Senin, Juli 15, 2024

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali menggelar bakti sosial (Baksos) dan...

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...
BerandaInspirasiTeknoHidup Pintar di...

Hidup Pintar di Tengah Dunia Digital

JANTHO – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh kembali bergulir. Pada Kamis, 26 Agustus 2021 pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, telah dilangsungkan webinar bertajuk “Hidup Pintar di Tengah Dunia Digital”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitifnya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.

“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.

Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Baca juga: Lindungi Diri dengan Memahami Fitur Keamanan Digital

Pada webinar yang menyasar target segmen guru, pelajar, dan mahasiswa, dihadiri oleh sekitar 746 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Fadli Afriadi, S.P, M.M, Pembelajar, Trainer, Konsultan, dan Entrepreneur; Rasid, S.Sos.I, M.A, M.Ud, Editor Jurnal Kommunity Online Fakultas Dakwah UIN Jakarta; Agus Jumaidi, M.Pd, Pegiat Literasi; dan Saprina Siregar, S.Pd.I, Praktisi Sekolah Inklusi, Penulis, Founder Komunitas Literasi Kayang.

Leon Ray Legoh sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.

Pada sesi pertama, Fadli Afriadi, S.P, M.M menyampaikan konten yang positif itu harus menghibur, informatif, kreatif, inovatif, mendidik, serta bermanfaat. Mulailah dari diri sendiri untuk membuat konten yang positif seperti dimulai dari hobi, keseharian, kebiasaan, dan kehidupan sekitar.

Giliran pembicara kedua, Rasid, S.Sos.I, M.A, M.Ud mengatakan cara merawat jejak digital bisa dimulai dari mencari data pribadi di Google, atur privasi di media sosial, periksa cookies, jika ada yang mencurigakan sebaiknya di block, hapus aplikasi yang digunakan, gunakan akun berbeda untuk beberapa keperluan, unggah hal yang positif, dan selalu update sistem.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Agus Jumaidi, M.Pd menjelaskan perlu adanya etika di dalam penulisannya seperti menggunakan bahasa yang baik dan benar, menyebarkan informasi yang bermanfaat, tidak menyinggung orang lain, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, dan tidak menulis yang sifatnya menyangkut SARA.

Pembicara keempat, Saprina Siregar, S.Pd.I menuturkan budaya digital menjadikan tatanan kehidupan baru masyarakat, gagasan yang bersumber dari teknologi dan internet, budaya digital juga butuh ilmu pengetahuan , dan kampanye budaya digital.

Leon Ray Legoh selaku Key Opinion Leader menyampaikan kita harus bisa pintar dalam memanfaatkan dunia digital seperti di media sosial, karena dengan masuknya pengaruh digital bisa terdapat nilai positif maupun negatif, maka dari itu kita harus tahu porsi dalam kita bersikap di media sosial dan memanfaatkannya secara cerdas.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Leni Rizki yang bertanya bagaimana caranya agar guru bisa mengedukasi siswa-siswi yang sering melakukan budaya mencontek selama daring?

Narasumber Saprina Siregar, S.Pd.I menanggapi guru-guru bisa bersikap jujur dan memberikan materi yang lebih kreatif.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Besar. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[](ril/*)

Baca juga: