SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, Haji Rasyid Bancin (HRB) menegaskan tidak pernah bermain mata dengan pihak perusahaan terkait penataan ulang batas HGU di beberapa perusahaan perkebunan yang dilakukan oleh Tim Provinsi Aceh yang turun ke Kota Subulussalam.

“Saya secara pribadi tidak ada pernah bermain mata dengan pihak perusahaan, dan juga tidak mau apa namanya, mengorbankan perusahaan. Sebab ini nanti iklim investasi akan merusak citra, orang akan trauma datang ke Subulussalam,” kata Haji Rasyid Bancin.

Penegasan itu disampaikan Wali Kota Subulussalam dalam pertemuan dengan Tim Pemerintah Aceh dan beberapa pihak terkait di Kantor PT Laot Bangko, Subulussalam, Jumat, 16 Oktober 2026.

Menurutnya, masyarakat tentu menginginkan banyak investasi masuk ke Subulussalam, asal sama – sama menguntungkan, sehingga tidak muncul gejolak antara masyarakat dengan pihak perusahaan.

“Nah, kita ingin tentu banyak investasi di daerah kita, tetapi sama-sama menguntungkan. Istilah biologinya, simbiosis mutualisme, artinya saling menguntungkan keduanya. Tapi kalau hanya rakyat yang diuntungkan, perusahaan nggak, ya kabur. Juga ini bermasalah. Atau sebaliknya, kalau hanya perusahaan yang diuntungkan, juga rakyat terus akan, ya, berontak. Tentu akan terjadi nanti tindakan kekerasan yang tidak kita inginkan,’ kata Rasyid Bancin dalam pertemuan itu.

Karena itu, Ia mengajak semua pihak terkait ikut serta turun mendampingi Tim Provinsi untuk melalukan ukur ulang kembali batas HGU, supaya hasilnya nanti clear, tidak ada yang ditutup – tutupi.

“Biar jangan nanti ada kesannya kita ini apa namanya, seperti menutupi. Hanya di atas meja. Kita turun ke lapangan, biar kita lelah, biar kita capek. Kemudian tentu ya kita libatkan lagi tim dari pihak DPR, harus kita undang, kemudian juga apa namanya, yudikatif dari pihak kejaksaan, kepolisian, artinya lengkap kita,” ujar HRB.

Selain itu, ada Tim GTRA dan tenaga ahli untuk mengawal kegiatan terkait penertiban HGU. HRB mengajak kepada semua pihak terkait untuk berkepala dingin, dan mengharap ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala agar problem di Aceh ini, khususnya di Kota Subulussalam dapat terselesaikan dengan baik.

“Jangan asyik masalah HGU saja, seolah-olah memang PT ini luar biasa jahatnya, padahal tentu tidak. Tentu juga ada sisi baiknya, menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi harapan kami tadi ya semua kita cari solusi yang terbaik, di mana nanti ada permasalahan, tentu tetap harus kita clear-kan bersama-sama,” pungkas Wali Kota Subulussalam, Rasyid Bancin.[]