Senin, Juli 15, 2024

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali menggelar bakti sosial (Baksos) dan...

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...
BerandaBerita Aceh UtaraIni Hasil Rapat...

Ini Hasil Rapat Pemkab Aceh Utara dan Rekanan Pembangunan Bendung Krueng Pase

LHOKSUKON – Pemkab Aceh Utara menyatakan terus berupaya mendorong pihak rekanan pembangunan Bendung Irigasi Krueng Pase agar mempercepat pekerjaan di lapangan supaya petani di sembilan kecamatan dapat kembali menanam padi di sawah mereka.

“Terkait usul saran Ketua Komisi III DPRK tentang percepatan pembangunan Bendungan Krueng Pase, Pemkab Aceh Utara terus mencari solusi,” kata Kabag Humas Pemkab Aceh Utara, Hamdani, kepada portalsatu.com via pesan WhatsApp, Jumat, 16 September 2022, malam.

Hamdani menyebut Pj. Bupati Aceh Utara, Azwardi, didampingi Asisten I Sekda Dayan Albar, Kepala Dinas Pertanian, dan Kabid Pengairan Dinas PUPR Aceh Utara sudah duduk bersama (rapat) dengan para camat dan unsur Muspika, para imum mukim, dan manajemen PT Rudy Jaya sebagai rekanan proyek itu, di Aula Kantor Camat Nibong, Kamis, 15 Septeber 2022.

“Tercapai satu kesepakatan dengan humas rekanan bahwa pada Oktober (2022), air akan dialiri ke (irigasi) sayap kiri dan kanan dengan membuka saluran pengalih. Janji perwakilan perusahaan juga disaksikan oleh Kapolsek dan Danramil setempat,” tutur Hamdani.

Selain itu, kata Hamdani, Pj. Bupati Aceh Utara juga akan menyurati Kementerian PUPR di Jakarta terkait kondisi proyek itu di lapangan saat ini.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara, Razali Abu, meminta Pj. Bupati serius mencari solusi terkait keluhan masyarakat petani sembilan kecamatan terkait lambannya pengerjaan Bendung Irigasi Krueng Pase sayap kiri dan kanan.

“Hal itu penting untuk meredam kemungkinan terburuk rakyat akan demo besar-besaran karena persoalan kelaparan,” kata Razali Abu dalam keterangan tertulis dikirim kepada portalsatu.com, Jumat, 16 September 2022.

Menurut Razali Abu, tidak cukup hanya membahas persoalan tersebut dalam rapat, tapi keberanian dan ketulusan Pj. Bupati mengambil sikap konkret yang saat ini ditunggu-tunggu masyarakat petani.

“Apa yang menjadi kendala perusahaan rekanan pelaksana proyek itu harus diketahui pemkab, lintas sektoral jangan diam saja menonton masyarakat kelaparan. Cari solusi, gelontorkan uang tanggap darurat untuk buka kanal darurat, sehingga air bisa dialiri sayap kiri dan kanan. Jangan berharap banyak pada PT Rudy Jaya (rekanan proyek tersebut),” tegas Razali Abu.

Razali Abu menyebut untuk membuka saluran pengalih, bisa menggunakan anggaran tanggap darurat bencana atau dana taktis daerah, sehingga musim tanam ini petani bisa turun ke sawah.

Selain itu, kata Razali Abu, Pj. Bupati Aceh Utara juga harus melaporkan kondisi di lapangan kepada Forbes DPR RI asal Aceh dan Kementerian PUPR. Sehingga pihak kementerian tergugah untuk turun langsung ke lapangan dengan tim teknis dan tim pengawasan internal.

“Kita akui selama ini Pj. Bupati aktif mencari solusi, namun harus lebih sigap lagi mencari dukungan Kementerian PUPR dan DPR RI di Jakarta,” ujar Razali Abu.

Baca: Dewan Minta Pj Bupati Aceh Utara Cari Solusi Terkait Nasib Petani Sembilan Kecamatan.[](red)

Baca juga: