BerandaBerita Aceh UtaraIni Tanggapan Anggota DPR RI Soal Proyek Jembatan Gantung Sarah Raja-Sarah Gala...

Ini Tanggapan Anggota DPR RI Soal Proyek Jembatan Gantung Sarah Raja-Sarah Gala Mangkrak

Populer

ACEH UTARA – Anggota DPR RI asal Aceh, H. Ruslan M. Daud, merespons persoalan mangkraknya proyek jembatan gantung penghubung Dusun Sarah Raja, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara dengan Dusun Sarah Gala, Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, bersumber dari APBN tahun 2022.

“Itu adalah aspirasi kita dan sudah berhasil kita dorong (lahirnya proyek jembatan gantung tersebut), tetapi pihak ketiga saat pelaksanaan terhambat. Setelah kami evaluasi ini terdapat miskomunikasi oleh pihak pengadaan barang dan jasa dengan pihak ketiga. Jadi, saat mereka (pihak ketiga) mendapatkan pekerjaan atau menang tender, mereka itu tidak terjun ke lapangan langsung untuk melihat kondisi secara riil,” kata Ruslan M. Daud ditemui wartawan pada acara Syukuran Akbar Partai Adil Sejahtera (PAS) Aceh, di Makam Sultan Malikussaleh, Aceh Utara, Rabu, 22 Februari 2023.

Informasi diperoleh Ruslan, setelah menang tender pekerjaan tersebut, rekanan baru mengetahui kondisi riil di lapangan tidak bersahabat. “Maka mereka ini memutarbalikkan fakta, itu tidak sesuai. Padahal, setiap ingin ikut tender itu harus secara riil dulu, sanggup apa tidak (dikerjakan) dengan kondisi seperti itu,” ujarnya.

“Saya tidak tahu dikerjakan oleh perusahaan mana, karena kita tidak masuk ke ranah Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (P2JK) ataupun pihak pengadaan barang dan jasa,” tambah Ruslan.

Ruslan menyebut pekerjaan bersumber dari APBN 2022 itu yang ditender itu sebenarnya cuma upah pemasangan material jembatan gantung. “Kalau dari segi material untuk pengadaan berupa besi jembatan, itu dari pusat. Jadi, mereka (rekanan) ini upah untuk memasang, itu saja”.

“Tetapi yang saya dapat berita adalah letaknya tempat dengan akses untuk diangkut material itu sangat jauh, itulah yang menjadi hambatan,” tutur Ruslan.

Menurut Ruslan, dampak tidak tuntasnya proyek jembatan itu merugikan masyarakat lantaran belum dapat memanfaatkan hasil pembangunan. Ruslan mengaku sudah mendorong kembali pemerintah supaya pada tahun 2023 ini proyek tersebut dapat ditenderkan ulang.

“Tentunya harapan kita dan masyarakat jembatan gantung itu bisa selesai, sebab itu jembatan satu-satunya penghubung antara Kabupaten Aceh Utara dengan Aceh Timur,” ujar Ruslan.

Menurut Ruslan, ada juga satu pihak memohon pembangunan jembatan tersebut untuk dialihkan ke tempat yang lain, supaya material dan aksesnya dapat terpenuhi secara menyeluruh.

“Tetapi para tokoh masyarakat di sana menjumpai saya, mengharapkan lokasi jembatan tetap di situ (penghubung Dusun Sarah Raja dengan Sarah Gala. Makanya saya mendorong jembatan yang dibuat di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu dapat dilaksanakan di tempat yang masyarakat mau,” kata Ruslan.

“Semoga yang menang tender, pihak ketiga, itu dapat terbuka hati, pikiran dan matanya, sebab ini betul-betul keinginan masyarakat bisa terealisasi jembatan tersebut, dan itu yang kita harapkan,” pungkas Ruslan M. Daud.

Baca juga: Proyek Jembatan Gantung Sarah Raja-Sarah Gala Diduga Mangkrak.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya