LHOKSUKON – Kegiatan Belajar Bersama Museum Islam Samudra Pasai dinilai sangat bermanfaat untuk anak didik. Para pelajar itu dapat melihat langsung koleksi-koleksi museum dan mendapatkan pengetahuan sejarah Samudra Pasai, sehingga akan memperkuat karakter mereka sebagai generasi penerus bangsa. Diharapkan program Belajar Bersama Museum (BBM) terus berlanjut ke depan supaya semakin banyak siswa yang memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan tersebut.

Hal itu disampaikan Bendahara Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Lhoksukon, Aceh Utara, Neni Misriana, S.Pd., mewakili Kepala K3S Lhoksukon, usai mendampingi rombongan SD Negeri 2 Lhoksukon mengikuti kegiatan BBM di Museum Islam Samudra Pasai, Senin, 26 Juli 2021.

Neni Misriana yang juga Kepala SDN 2 Lhoksukon mengatakan kegiatan BBM itu sangat banyak manfaatnya untuk siswa/siswi. “Tentunya ini sangat bermakna bagi anak-anak, karena mereka dapat melihat secara langsung benda-benda bersejarah yang ada di Museum Islam Samudra Pasai, dan mereka memperoleh pengetahuan sejarah tersebut,” ujarnya.

“Kegiatan BBM itu pembelajaran yang efektif bagi para siswa. Jadi, kita tidak hanya memberikan gambaran atau teori saja yang mereka tidak tahu bagaimana bentuk koleksi museum. Tetapi dengan belajar di museum, mereka bisa melihat langsung seperti apa wujud koleksi bersejarah tersebut. Selain itu, juga sangat membantu menambah pengetahuan kepada para dewan guru yang ikut dalam kegiatan BBM bersama siswa. Manfaat ini sudah kami rasakan khususnya bagi SD Negeri 2 Lhoksukon,” tutur Neni Misriana.

Menurut Neni Misriana, yang memotivasi para siswa SDN 2 Lhoksukon sehingga mereka tertarik mengikuti kegiatan BBM itu, karena mulanya dirinya sebagai kepala sekolah memberikan gambaran terlebih dahulu tentang pentingnya pengetahuan sejarah, dan banyak koleksi museum yang perlu dipelajari.

“Selain itu, sebagian anak-anak juga mendengar cerita dari rekan-rekan mereka yang sudah mengikuti kegiatan BBM tahun lalu. Cerita-cerita menarik dari siswa yang sudah ke museum itu membuat teman-temannya yang belum datang langsung ke Museum Samudra Pasai menjadi tertarik, sehingga bertambah lagi siswa yang berkeinginan untuk datang,” ujar Neni Misriana.

Neni Misriana juga menilai sistem pembelajaran yang dibuat Kepala Museum Islam Samudra Pasai, Nurliana, sangat menarik. “Strategi pendekatan yang diberikan kepada siswa oleh beliau (Nurliana), itu tidak sekadar menampilkan gambaran di layar infocus. Tapi juga sistem bermain, presentasi ke depan, dan melihat langsung koleksi yang ada di museum, serta anak-anak mendapatkan penjelasan yang mudah dipahami terkait koleksi,” katanya.

Kepala sekolah ini mengapresiasi Kepala Museum Islam Samudra Pasai yang membuat kegiatan BBM secara berkesinambungan, dari tahun 2020 berlanjut ke 2021. Neni Misriana berharap program itu bisa terus berlanjut ke depan supaya lebih banyak lagi siswa yang bisa mengikuti BBM.

“Rombongan belajar dari SDN 2 Lhoksukon sudah pernah mengikuti kegiatan BBM ini tahun lalu, tapi jumlahnya dibatasi mengingat pandemi Covid-19. Tahun ini, anak-anak SD Negeri 2 Lhoksukon yang mengikuti kegiatan tersebut 50 orang, sedangkan jumlah secara keseluruhan 480 siswa di sekolah kita, makanya kita berharap ini bisa berlanjut lagi,” tutur Neni Misriana.

Sebelumnya, kata Neni Misriana, pihaknya telah memberangkat para kepala sekolah yang tergabung dalam K3S Lhoksukon ke museum tersebut pada 13 Maret 2021 lalu. “Artinya, jangan hanya anak-anak saja yang tahu tentang sejarah itu. Kami yang tua-tua ini juga perlu mengetahui koleksi museum atau benda-benda bersejarah, dan juga pengetahuan sejarah Samudra Pasai,” pungkasnya.[](*)