Minggu, Juni 23, 2024

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kapolsek Baru Bongkar Sabu...

LHOKSEUMAWE - Kapolsek Dewantara Ipda Fadhulillah bersama anggotanya berhasil menangkap pemuda berinisial MM...

Pilkada Subulussalam: Resmi Daftar...

SUBULUSSALAM - Bakal Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyerahkan berkas pendaftaran sebagai...
BerandaNewsIrwandi Yusuf: Hanya...

Irwandi Yusuf: Hanya Karena Masalah Sepele Bunuh Orang

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengapresiasi kinerja Kejari Aceh Barat Daya yang telah menuntut maksimal terhadap terdakwa pelaku pembunuhan berencana dengan hukuman mati. Dia menilai vonis ini dapat memberikan efek jera kepada semua pihak untuk tidak melakukan pembunuhan berencana.

“Saya berharap kejaksaan selalu melakukan penuntutan maksimal yaitu hukuman mati bagi pelaku kejahatan pembunuhan berencana,” ujar Gubernur Aceh Irwandi Yusuf di hadapan Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Chaerul Amir dan seluruh Korps Adhyaksa, pada Rapat Kerja Daerah dan Penyampaian Hasil Rapat Kerja Kejaksaan Republik Indonesia tahun 2017, yang berlangsung di Hotel Grand Aceh Syari’ah, Selasa, 9 Januari 2018.

Irwandi menilai selama ini masih ada celah dari para pelaku yang divonis hukuman mati untuk mendapatkan keringanan hukuman. Padahal, kata dia, pembunuhan adalah tindakan yang sangat melanggar hak asasi dasar seorang manusia, yaitu hak untuk hidup.

“Jika hukum positif nasional tidak mampu menerapkan dan menghadirkan efek jera, maka Aceh akan menerapkan Qanun Qishas. Dalam hukum Islam, membunuh dengan sengaja walaupun yang dibunuh bukan orang Islam, maka pelakunya diganjar dengan hukuman mati,” kata Irwandi.

Meskipun demikian, Irwandi mengatakan, dalam Hukum Qishas juga terdapat keringanan. Hal ini bisa diberikan jika keluarga mau memaafkan pelaku pembunuhan dengan vonis bebas, meskipun harus tetap membayar diyat.

“Saya berharap, dengan hukuman maksimal akan menjadi pembelajaran, jangan sedikit-sedikit bunuh. Hanya karena masalah sepele bunuh orang,” ujar Irwandi.[]

Baca juga: