Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaBerita Aceh UtaraKIP Aceh Utara...

KIP Aceh Utara Luluskan Sekdes, Bendes, Pendamping Desa, dan TKSK jadi Anggota PPK

LHOKSUKON – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara meluluskan Sekretaris Desa (Sekdes), Bendahara Desa (Bendes), Pendamping Lokal Desa, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) menjadi Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilu 2024.

Keputusan KIP Aceh Utara itu menimbulkan tanda tanya publik. Pasalnya, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 tahun 2022 tentang Tata Kerja KPU, pasal 90 ayat (1) huruf h berbunyi: “Tidak menjalankan aktivitas profesi lain selama masa jabatan”. Ayat (3): Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a sampai huruf f, dan huruf h sampai huruf i, serta huruf k, berlaku bagi anggota PPK, PPLN, PPS, KPPS, dan KPPS.

Untuk diketahui, KIP Aceh Utara menetapkan 135 Anggota PPK dalam Kabupaten Aceh Utara pada Rabu, 14 Desember 2022. Nama-nama anggota PPK itu diumumkan melalui situs resmi KIP Aceh Utara.

Informasi diperoleh portalsatu.com, KIP Aceh Utara meluluskan Sekretaris Desa Ujong, Kecamatan Samudera, Muammar Khadafi, menjadi Anggota PPK Samudera. “Benar, saya lulus jadi calon anggota PPK Samudera, nomor urut 3,” kata Muammar Khadafi alias Komar dihubungi melalui telepon, Jumat, 16 Desember 2022, sore.

Ditanya apakah saat mengikuti proses seleksi calon anggota PPK ada menyampaikan kepada pihak KIP Aceh Utara bahwa Anda saat ini merupakan Sekdes, Komar mengatakan, “Tidak saya sampaikan, karena berapalah gaji Sekdes kan”.

Muhajir, Bendahara Desa Tanjong Awe, Kecamatan Samudera, juga membenarkan dirinya lulus menjadi Anggota PPK Samudera, nomor urut 5. “Betul, saya lulus jadi PPK. Iya, sekarang saya masih Bendahara Gampong Tanjong Awe,” ujarnya dikonfirmasi via telepon, Jumat sore.

“Sepengetahuan saya tidak masalah (merangkap jabatan). Yang tidak boleh misalnya geuchik, kalau sebelum-sebelumnya ada aturan khusus, peraturan daerah. Tapi, kali ini masih secara umum. Jadi, tidak terbentur dengan aturan daerah. Makanya diperbolehkan kemarin itu semua yang menyangkut dengan aparatur, makanya saya ikut seleksi calon anggota PPK,” kata Mujahir.

Menurut informasi, Miftahuddin, Bendahara Desa Kito, Kecamatan Samudera, juga lulus menjadi Anggota PPK Samudera. Dihubungi portalsatu.com ke nomor telepon seluler milik Miftahuddin, Jumat sore, tidak terhubung. Namun, Muhajir membenarkan Bendes Kito, Miftahuddin, juga lulus sebagai Anggota PPK Samudera.

Informasi lainnya menyebut Mahyadinar, Pendamping Lokal Desa di Kecamatan Tanah Luas, lulus menjadi PPK Tanah Luas. Lalu, Zulfadli, TKSK Meurah Mulia lulus menjadi anggota PPK Meurah Mulia.

Ketua KIP Aceh Utara, Zulfikar, dihubungi portalsatu.com pada Jumat (16/12) sore, tidak merespons panggilan masuk di telepon selulernya.

Komisioner KIP Aceh Utara, Muhammad Usman, kepada portalsatu.com via WhatsApp, Jumat sore, mengakui setelah penetapan muncul banyak pertanyaan terkait adanya Pendamping Desa, TKSK maupun orang-orang yang memiliki jabatan lain yang terpilih menjadi PPK.

Menurut Usman, proses rekrutmen PPK, KIP Aceh Utara berpedoman pada PKPU Nomor 8 tahun 2022 tentang Pembentukan dan Tata Kerja Badan Ad Hoc Penyelenggara Pemilihan Umum dan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

“Menyangkut bila ada orang yang merangkap jabatan, dalam aturan yang dipegang oleh KIP Aceh Utara, hal itu tidak dilarang. Mungkin saja hal itu dilarang oleh instansi awal mereka, maka kami tidak menilai hal yang tidak diperintahkan oleh aturan KPU RI,” kata Usman alias Osamah.[](red)

Baca juga: