BerandaBerita LhokseumaweJaksa Periksa Suaidi Yahya dan Hariadi, Tersangka Kasus PT Rumah Sakit Arun

Jaksa Periksa Suaidi Yahya dan Hariadi, Tersangka Kasus PT Rumah Sakit Arun

Populer

LHOKSEUMAWE – Tim Jaksa Penyidik Kejari Lhokseumawe melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Suaidi Yahya dan Hariadi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada pengelolaan PT Rumah Sakit Arun tahun 2016-2022, Kamis, 13 Juli 2023.

“Pemeriksaan terhadap kedua tersangka dilakukan secara terpisah di ruang penyidik Kejari Lhokseumawe, setelah shalat Zuhur sampai sore,” kata Kajari Lhokseumawe, Lalu Syaifudin, S.H., M.H., melalui Kasi Intelijen Therry Gutama, S.H., M.H., dikonfirmasi portalsatu.com, Kamis, 13 Juli 2023, malam.

Menurut Therry, penyidik mengajukan sekitar 30 pertanyaan kepada tersangka Suaidi Yahya. Sedangkan kepada tersangka Hariadi sekitar 10 pertanyaan.

Saat pemeriksaan tersebut, Suaidi Yahya didampingi penasihat hukumnya, Sofyan Adami, S.H., dan Teuku Saifuddin, S.H. Sementara Hariadi didampingi penasihat hukumnya, Irfan, S.H.

Sehari sebelumnya, penyidik Kejari Lhokseumawe memeriksa Suaidi Yahya sebagai saksi mahkota untuk berkas perkara tersangka Hariadi dalam kasus dugaan korupsi pada pengelolaan PT Rumah Sakit Arun tahun 2016-2022.

Informasi diperoleh portalsatu.com, Suaidi Yahya diperiksa sebagai saksi mahkota untuk perkara tersangka Hariadi, pagi sampai siang. Setelah itu, penyidik memeriksa Hariadi untuk berkas perkara tersangka Suaidi Yahya, siang hingga sore, Rabu (12/7).

“Iya, kemarin (Rabu), Suaidi Yahya dan Hariadi diperiksa sebagai saksi mahkota. Pemeriksaan terhadap Suaidi sebagai saksi mahkota untuk perkara Hariadi, kemudian pemeriksaan Hariadi sebagai saksi mahkota untuk perkara Suaidi Yahya,” kata Therry Gutama, Kamis, jelang siang.

Sebelumnya, penyidik Kejari Lhokseumawe menetapkan Hariadi, Direktur PT Rumah Sakit Arun Lhokseumawe (RSAL) periode 2016-2023, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada pengelolaan PT RSAL tahun 2016-2022, Selasa, 16 Mei 2023. Tersangka Hariadi yang juga mantan Direktur Keuangan PDPL/PTPL tahun 2016-2021, langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lhokseumawe pada hari itu juga. Penyidik kemudian memindahkan Hariadi ke Lapas Lhoksukon, Aceh Utara, sejak Sabtu, 27 Mei 2023.

Penyidik Kejari Lhokseumawe menetapkan Suaidi Yahya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pada pengeloalan PT RSAL, Senin, 22 Mei 2023. Mantan Wali Kota Lhokseumawe periode 2012-2017 dan 2017-2022 itu ditahan di Lapas Lhokseumawe.

Penyidik sudah menerima dokumen hasil audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) atas kasus dugaan korupsi pada pengelolaan PT RSAL tahun 2016-2022, dari Inspektorat Kota Lhokseumawe, Selasa, 16 Mei 2022. “Berdasarkan hasil audit final, total kerugian negara akibat kasus dugaan korupsi pada pengelolaan PT RS Arun tahun 2016-2022 sebesar Rp44.944.389.972,” kata Therry Gutama, Rabu, 17 Mei 2022.[](red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya