Selasa, Juli 23, 2024

Dinkes Gayo Lues Keluhkan...

BLANGKEJEREN - Dinas Kesehatan Kabupaten Gayo Lues mengeluhkan proses pencairan keuangan tahun 2024...

H. Jata Ungkap Jadi...

BLANGKEJEREN – H. Jata mengaku dirinya ditunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menjadi Pj....

Bandar Publishing Luncurkan Buku...

BANDA ACEH - Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh meluncurkan sekaligus dua karya Dr....

Rombongan Thailand Selatan Kunjungi...

BANDA ACEH – Delegasi dari berbagai lembaga di Thailand Selatan mengunjungi Kantor Partai...
BerandaBerita Banda Aceh'Jangan Mudah Menyerah...

‘Jangan Mudah Menyerah Dalam Mengajak Siswa Untuk Ikut Vaksinasi’

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah mengatakan vaksinasi pertama dan kedua harus disukseskan. “Bagi yang cakupannya masih rendah agar segera meningkatkannya,” kata Taqwallah dalam arahannya usai mengikuti zikir dan doa bersama di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh, Jumat, 3 Desember 2021.

Sekda Aceh mengajak para peserta zikir, baik yang hadir langsung di Dinas Perkim maupun mengikuti via zoom agar bersama-sama mendukung dan menyukseskan program vaksinasi sebagai langkah mengakhiri pandemi Covid-19.

Taqwallah juga menyampaikan arahan kepada para siswa dan guru SMA, SMK dan SLB di seluruh Aceh yang mengikuti acara itu via aplikasi zoom. Kepada pihak sekolah, Taqwallah meminta agar terus meningkatkan capaian vaksinasi terhadap para guru dan siswa.

Sehari sebelumnya, Sekda Aceh mengikuti doa dan zikir bersama para dokter, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah se-Aceh dan Kepala Dinas Kesehatan seluruh Aceh. Zikir dan doa itu diselenggarakan berbarengan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58.

Dalam acara zikir dan doa untuk keselamatan dari Pandemi Covid-19 itu, Sekda juga menyapa para guru dan kepala sekolah dari seluruh Aceh. Sekda berpesan agar para tenaga pendidik tersebut tetap semangat dalam memotovasi para siswa agar segera divaksin.

“Tetap semangat, jangan mudah menyerah dalam mengajak para siswa untuk ikut vaksinasi,” kata Sekda.

Sekda juga memberikan apresiasi kepada sekolah yang capaian vaksinasinya di atas 90 persen. Salah satunya adalah SMA Negeri 1 Pulau Banyak. Sekolah di kepulauan itu telah menyelesaikan vaksin dosis dua hingga 95 persen.

Sementara itu, Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan sebanyak 176 orang disuntik vaksin Covid-19 di Banda Aceh Convention Hall (BACH) pada Kamis (2/12). Kini tercatat sebanyak 88.157 orang yang telah divaksin di lokasi gelaran vaksinasi massal oleh Pemerintah Aceh itu.

Iswanto mengatakan pada Kamis (2/12), sebanyak 32 orang disuntik vaksin dosis 1 dan 95 lainnya dosis 2. Satu lainnya, merupakan tenaga kesehatan yang disuntik dosis 3 vaksin moderna.

Iswanto yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh mengatakan antusiasme masyarakat disuntik vaksin masih tinggi. Hal itu menandai bahwa masyarakat percaya akan adanya Covid-19 dan salah satu ikhtiar menghilangkan covid adalah dengan cara vaksinasi. Masyarakat yakin sepenuhnya vaksin yang digunakan aman dan halal.

“Usaha bersama vaksinasi ini bagian dari ikhtiar kita melawan dan memutuskan mata rantai Covid-19 di Aceh,” kata Iswanto.

Saat ini, lanjut Iswanto, masyarakat Aceh patut bersyukur. Angka kasus positif harian terus berkurang. Demikian juga dengan angka kematian. Semua itu, kata Iswanto karena disiplin masyarakat yang terus meningkat dan mereka yang mengikuti vaksinasi Covid-19 juga semakin banyak.

Iswanto menyebutkan ribuan orang yang sudah divaksin tidak lepas dari kerja keras para vaksinator. Mereka bekerja sampai sore hari, walau trend kunjungan warga yang memanfaatkan vaksinasi di BACH mulai berlurang. Mereka juga telah menunjukkan dedikasi tinggi untuk menjaga rakyat Aceh tidak tertular virus Covid-19, serta juga untuk mewujudkan herd immunity bagi rakyat Aceh.

Selain pentingnya mengikuti vaksinasi, masyarakat juga harus selalu disiplin Memakai masker dan Menjaga jarak, sering Mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas atau bepergian, kecuali untuk keperluan sangat mendesak. Tujuan menerapkan protokol kesehatan secara maksimal dengan cara membiasakan 5M itu dalam kehidupan sehari-hari untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.[](Irm/*)

 

Baca juga: