SUBULUSSALAM – Asosiasi Pendamping Masyarakat dan Desa Nusantara (APMDN) Kota Subulussalam dan Aceh Singkil menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan portofolio untuk sertifikasi terhadap Pendamping Lokal Desa (PLD), yang merupakan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Bimtek tersebut dilaksanakan di Aula LPSE Kota Subulussalam, Rabu, 26 Oktober 2022 diikuti oleh 19 orang PLD dari Kota Subulussalam dan 26 orang PLD dari Aceh Singkil.

Koordinator TPP Kota Subulussalam, Hawari mengatakan bimtek ini menghadirkan narasumber dari Pengurus DPW APMDN Aceh, Yossi Suryaningrat, Ngadimun Pengurus APMDN Aceh Singkil dan Ruzi Faisal Pengurus APMDN Kota Subulussalam.

Hawari menjelaskan, kegiatan ini merupakan inisiatif dari TPP untuk mempermudah dalam memahami penyusunan portofolio sebagai syarat mengikuti Sertifikasi Pendamping Desa (SPD). Sehingga melalui Bimtek ini, peserta tidak meraba-raba lagi dalam menghadapi sertifikasi sebagaimana yang dipersyaratkan dalam menyusun portofolio, karena ini merupakan hal baru bagi semua TPP di Indonesia.

Lebih lanjut Hawari menjelaskan, bimtek ini dilaksanakan guna mempersiapkan kemampuan PLD dalam mengikuti uji kompentesi, sesuai dengan Permendes Nomor 19 tahun 2020 dan Kepmendes Nomor 114 tahun 2022 Tentang sertifikasi.

“Bimtek ini sangat penting mengingat para PLD masih banyak yang belum memahami tentang sistematika penyusunan portofolio, bukti-bukti apa saja yang harus dikumpulkan dan output yang diharapkan pada setiap Kriteria Unjuk kerja (KUK),” katanya.

Ketua DPC APMDN Kota Subulussalam, Yuliana Afrida menambahkan bimtek ini membahas delapan unit kompetensi pada skema PLD di antaranya meliputi fasilitasi pendataan desa, pembangunan desa, pertanggungjawaban keuangan desa, dan melakukan fasilitasi pembentukan, serta pendampingan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang akan diuji langsung kompetensi di depan asesor.[]