BANDA ACEH – Jay Peng Indonesia/JP Energy sebuah perusahaan yang berdomisili di Aceh bekerja sama dengan One Global Sinergy Group Indonesia yang berkantor pusat di Dubai sebagai retailer Liquified Natural Gas (LNG) untuk skala kecil.
JP Energy siap mendukung pengusaha Aceh di bidang industri dan transportasi darat untuk mengganti bahan bakar solar dengan LNG sebagai energi alternatif yang efisien ramah lingkungan dan murah dibanding solar.
Hal itu disampaikan Direktur JP Energy, Irwanto, Jumat, 25 Juni 2021. Menurutnya, produk ramah lingkungan tersebut untuk bidang industri bisa digunakan sebagai bahan bakar pengganti solar menggerak genset, boiler di pabrik kelapa sawit, energi listrik untuk cold storage in land dan cold storage di dalam kapal ikan nelayan.
Untuk transportasi truk LNG yang akan mendukung OGSGI-JP ENERGI adalah FAW dan IVECO untuk lintas Aceh – Sumut PP. Pemanfaatan LNG sebagai bahan bakar yang sangat bersih (clean energy) pada pabrik/industri akan memberikan kontribusi pemcapaian penghematan finansial yang sangat signifikan bagi konsumen, dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar minyak, LPG bahkan batu bara.
“Jadi ini selain ramah lingkungan juga sangat murah, sehingga lebih efesien. Ini juga akan sejalan dengan program pemerintah dalam upaya mengurangi impor minyak mentah dan BBM, serta menjaga iklim dari peningkatan pemanasan global,” tambah Irwanto.
Masih menurut Irwanto, LNG merupakan gas alam yang didinginkan sampai temperature sangat rendah, sehingga berubah menjadi bentuk cair. Gas LNG sebagai energi bersih ramah lingkungan juga sangat baik untuk menjaga dan memanjangkan umur mesin dan peralatan, sehingga biaya perawatan mesin bisa ditekan.
“Harga gas LNG yang siap dimanfaatkan sebagai bahan bakar lebih murah hingga 17 persen jika dibandingkan dengan BBM jenis solar, dan lebih murah hingga 20 persen jika dibandingkan dengan LPG,” ungkap Irwanto.
Negara-negara di Eropa sudah menggunakan LNG sebagai bahan bakar kenderaan murah dan ramah lingkungan. Konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) merupakan langkah tepat untuk penggunaan LNG, sejalan dengan Perpres No.5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN).
“Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah mengkonversi BBM ke BBG, sehigga bisa mengurangi beban fiscal, meningkatkan ketahanan energi, serta mengendalikan lingkugan dari polusi udara,” jelas Irwanto.
Irwanto menambahkan, pemanfaatan LNG/BBG untuk sektor transportasi bisa didorong sesuai ketersediaan gas dan percepatan pembangunan infrastrukturnya. Pemeritah telah mencanangkan konversi BBM ke BBG sejak tahun 2007 lalu, tapi karena tidak tersedianya infrastruktur hingga sekarang realisasi tidak sesuai target.
“Penggunaan LNG sebagai bahan bakar kenderaan juga akan mengurangi emisi. Kami dari Jay Peng Energy siap menjadi bagian dari perubahan ini. Kami percaya bahwa gas alam harus menjadi bagian yang lebih besar dari transportasi. Penggunaan LNG akan lebih hemat dibandingkan dengan diesel,” tambah Irwanto.
Selain itu kata Irwanto, pembakaran LNG dalam mesin dengan penyalaan percikan lebih tenang dari pada pembakaran diesel dalam mesin. Truk berbahan bakan LNG dapat beroperasi lebih lama di bawah batas kebisingan.
“Penggunaan LNG sebagai bahan bakar alternatif untuk truk sudah diaplikasikan secara massif di Eropa, Amerika dan China. Manufaktur truk yang telah memproduksi teknologi ini juga cukup banyak seperti Scania, Volvo, Iveco, Isuzu, Faw, dan Shacman,” pungkas Irwanto.[]






