LHOKSEUMAWE – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Lhokseumawe, Ramli, S.Sos., M.Kes., mengatakan aksi perubahan pemasalan olahraga pada kegiatan Ahad Festival mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat olahraga dan pentingnya menjaga gaya hidup aktif. Aksi perubahan ini, kata Ramli, berkontribusi pada pengembangan komunitas olahraga dan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
“Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas proyek perubahan melalui kolaborasi antarstakeholder dan masyarakat sebagai partisipasi aktif kegiatan,” kata Ramli dalam keterangannya, Ahad, 20 Oktober 2024.
Untuk diketahui, Ahad Festival dilaksanakan setiap Minggu di Jalan T. Hamzah Bendahara, Desa Mongeudong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.
Untuk pelaksanaan Kolaborasi Pemasalan Olahraga pada Kegiatan Ahad Festival itu, Kadisporapar Kota Lhokseumawe Ramli dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop-UKM) Kota Lhokseumawe Mohammad Rizal, telah menandatangani Kesepakatan Bersama antara dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut pada Senin, 29 Juli 2024.
Kolaborasi Disporapar dan Disperindagkop-UKM tersebut sejalan dengan amanah Peraturan Wali Kota (Perwal) Lhokseumawe Nomor 45 tahun 2024 tentang Pengembangan Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Pemasalan Olahraga.
“Tujuan kita berkolaborasi dalam pelaksanaan pemasalan olahraga pada kegiatan Ahad Festival itu supaya kunjungan masyarakat meningkat,” ujar Ramli.
Menurut Ramli, dengan adanya kolaborasi tersebut, selama ini Disporapar melaksanakan pemasalan olahraga pada kegiatan Ahad Festival. Di antaranya, olahraga senam dan gerak jalan santai. Selain itu, di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif diadakan wisata kuliner, lomba memasak, serta lomba melukis khusus anak sekolah.
“Hasilnya terjadi peningkatan kunjungan pemasalan olahraga pada Ahad Festival itu,” ucap Ramli.
Tantangan dihadapi
Ramli juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan anggaran untuk promosi dan pelaksanaan acara sehingga dapat membatasi jangkauan dan kualitas kegiatan. “Di samping itu, masyarakat juga belum sepenuhnya menyadari manfaat pentingnya olahraga dan edukasi gaya hidup sehat,” ungkapnya.
Namun, kata Ramli, dengan menjalankan kerja sama yang baik antara penyelenggara, pelaku UMKM, dan pihak yang mengelola kegiatan olahraga, serta kolaborasi yang intensif dan berkesinambungan antara Bidang Olahraga (pemasalan olahraga), Bidang Pemuda (ekonomi kreatif), dan Bidang Pariwisata (promosi wisata) Disporapar, maka tantangan tersebut bisa teratasi.
“Langkah strategis selanjutnya adalah menyampaikan informasi dengan jelas tentang kegiatan yang akan dilaksanakan dan manfaat yang bisa didapatkan sehingga menambah minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan,” tutur Ramli.
Hasil dicapai
Menurut Ramli, aksi perubahan pemasalan olahraga pada kegiatan Ahad Festival mampu meningkatkan akses dan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan olahraga. Inisiatif ini juga mampu meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat pada kegiatan Ahad Festival sehingga dapat meningkatkan penjualan produk UMKM.
“Aksi perubahan ini juga sesuai dengan Instruksi Presiden dalam mendorong kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta untuk mendukung UMKM,” ujar Ramli.
Pelajaran dipetik
Ramli menambahkan aksi perubahan ini mampu memberikan layanan olahraga secara maksimal terhadap masyarakat dan dapat menjembatani masyarakat menjadi lebih aktif dalam kegiatan olahraga.
“Dalam waktu bersamaan kegiatan ini juga berpengaruh terhadap peningkatan produk UMKM dan ekonomi daerah,” ucap Ramli.
Berdasarkan data Disperindagkop-UKM Lhokseumawe, sebanyak 195 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi peserta Ahad Festival pada September 2024.[](*/ril)








