Senin, Juni 24, 2024

HUT Ke-50 Aceh Tenggara,...

KUTACANE - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tenggara membuka stan pelayanan...

Atlet KONI Aceh Rebut...

BANDA ACEH - Prestasi mengesankan ditoreh atlet binaan KONI Aceh yang dipersiapkan untuk...

Realisasi Pendapatan Asli Aceh...

BANDA ACEH - Realisasi Pendapatan Asli Aceh (PAA) tahun 2019-2023 melampaui target. Akan...

Judi Online: Antara Frustasi...

Oleh: Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Dosen Fakultas Syariah IAIN LhokseumawePemberitaan judi online akhir-akhir...
BerandaNewsKajari Peduli Stunting...

Kajari Peduli Stunting Menggema di Gayo Lues

BLANGKEJEREN – Kejaksaan Negeri Gayo Lues bersama Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) melaksanakan kegiatan peduli stunting, kegiatan itu berlangsung di aula kantor Kejaksaan Negeri setempat dihadiri Plt Sekda dan Kepala Dinas Kesehatan Gayo Lues.

Riadussalihin, S.KM., Kepala Dinas Kesehatan Gayo Lues, Jumat 8 September 2023, mengucapkan terima kasih kepada Kejari Gayo Lues yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah khususnya jajaran kesehatan untuk membantu mengatasi persoalan stunting di Gayo Lues melalui kegaitan “Adhyaksa Peduli Stunting”.

“Pada tahun 2019 angka prevalensi stunting Kabupaten Gayo Lues berada pada kategori 29,16%, hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 sebesar (42,9%), naik 13,74% dari tahun 2019- 2021. Hasil SSGI 2022 (34,60%) turun 8,30% dari tahun 2021-2022,” katanya.

Gayo Lues menargetkan penurunan angka stunting tahun 2023 sebesar 27,76 persen dengan harapan angka stunting berada di bawah 14 persen, sehingga apa yang dicanangjan Presiden RI bisa terwujud.

Kepala Kejaksaan Negeri Gayo Lues, Ismail Fahmi, S.H., mengatakan stunting masih menjadi masalah besar bangsa dan harus segera diselesaikan, apalagi stunting dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia sebuah negara, bukan hanya berdampak kepada kondisi fisik anak, melainkan juga kesehatan hingga kemampuan berpikir anak.

“Dampak stunting ini bukan hanya masalah fisik saja, tetapi yang paling berbahaya adalah nanti rendahnya kemampuan anak untuk belajar, keterbelakangan mental dan munculnya penyakit-penyakit kronis yang gampang masuk ke tubuh anak,” katanya.

Kajari menjelaskan berbagai upaya telah dilaksanakan Pemkab Gayo Lues bersama Forkopimda dan instansi terkait untuk menurunkan angka stunting, salah satunya adalah kegiatan yang sedang dilaksanakan.

“kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program Adhyaksa Peduli Stunting Aceh yang diluncurkan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh bapak Bambang Bachtiar, S.H., M.H., tahun 2022 yang lalu dan juga selaras dengan tema peringatan hari Bhakti Adhyaksa Tahun 2023 yaitu “penegakan hukum yang tegas dan humanis mengawal pembangunan nasional,” ujarnya.

Kegiatan Adhyaksa Peduli Stunting ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya dilaksanakan Kajari Gayo Lues, dan pada hari ini menghadirkan kurang lebih 70 orang warga, terdiri dari balita dan ibu hamil.

Plt.Sekda Gayo Lues, H.Jata, S.E., M.M., mengatakan stunting bukan masalah baru di Indonesia dan sudah tidak asing ditelinga masyarakat. Hal ini merupakan isu nasional dan harus di selesaikan dengan strategi n
asional dalam percepatan penurunan stunting yang tertuang dalam Perpres 72 tahun 2021, yang salah satunya dengan Rencana Aksi Nasional dengan Pendekatan Keluarga. Dan juga Peraturan BKKBN No. 12 Tahun 2021 terkait RAN Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN-PASTI) 2021-2024, dan dengan berbagai akselerasi pembangunan dengan sinergitas dan kolaborasi mewujudkan Gayo Lues bebas Stunting.

“Dalam rangka percepatan penurunan stunting Kabupaten Gayo Lues menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2020, tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Gayo Lues bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, komitmen dan menjadi pedoman dalam penanganan stunting secara optimal dengan membangun sistem akuntabilitas, sinergitas dan terintegrasi,” katanya saat membacakan pidato Pj Bupati.

Penurunan stunting kata Jata harus sedini mungkin diatasi untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak dan pengaruh negatif terhadap perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal.

“Karena hal tersebut akan menimbulkan resiko penurunan produktivitas anak, sehingga anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan berdampak lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya,”jelasnya.

Plt Sekda sangat mengapresiasi Kejari Gayo Lues dengan menggelar acara Program Adhyaksa Peduli Stunting dan HUT Ikatan Dharmakarini (IAD) di Tahun 2023, sehingga program ini dapat mengatasi permasalahan stunting baik itu dalam sisi kesehatan maupun asupan gizi balita. Dengan harapan permasalahan stunting yang upaya lintas multidimensional membutuhkan sektor yang melibatkan seluruh stakeholder serta peran masyarakat yang terintegrasi melalui koordinasi, konsolidasi serta sinergisitas melalui strategi nasional dan daerah dalam bingkai komitmen aksi konvergensi guna menekan, menurunkan, dan menuntaskan masalah stunting di Kabupaten Gayo Lues.[]

Teks foto: Kajari Gayo Lues foto bersama dengan ibuk hamil dan bayi balita, foto: Istimewa

Baca juga: