LHOKSEUMAWE – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Malikussaleh (BEM Unimal) menilai, para geuchik di Aceh Utara yang terbang ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek) seolah mengikuti trend pejabat dan anggota dewan yang kerap melakukan studi banding ke luar daerah.
“Kita berharap agar untuk ke depannya ini perlu dikaji ulang, kita melihat ini sebuah pemborosan anggaran gampong. Meskipun kita akui kegiatan ini merupakan hal positif, namun kita rasa belum saatnyalah,” ujar Ketua BEM Unimal, Muslem Hamidi, kepada portalsatu.com/, Rabu, 18 Juli 2018.
Muslem melanjutkan, “Kita melihat trend seperti ini biasanya dilakukan oleh pejabat-pejabat daerah dan para anggota dewan, tapi kini malah sudah menjalar ke geuchik-geuchik”.
Menurut Muslem, banyak pengelolaan tata pemerintahan gampong yang bermasalah. Jika pun mau dilakukan bimtek seperti ini, Muslem merasa dengan hasil yang ingin dicapai pun masih bisa dilakukan di daerah.
“Masih bisa dilakukan di daerahlah, tidak perlu mesti ke luar daerah jugakan, sudah seperti kunker saja. Ini menjadi trend yang tidak bagus dan tidak sehat jika dipertontonkan oleh aparatur desa/gampong,” pungkas Muslem.[]
Baca juga:
Sebagian Geuchik Terbang ke Lombok, Ini Kata Ketua Apdesi Aceh Utara
Kata Geuchik di Aceh Utara yang Studi Banding ke Lombok
22 Juli, Giliran Geuchik dari Kecamatan Ini Terbang ke Lombok




