Minggu, Juli 21, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaBerita Gayo LuesKejari Gayo Lues...

Kejari Gayo Lues Hentikan Kasus Penganiayaan Dengan Restorative Justice

BLANGKEJEREN – Kasus penganiayaan yang melibatkan dua orang warga Desa Uluntanoh, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues akhirnya diselesikan melalui upaya Restorative Justice (RJ) di kantor Kejaksaan Negeri Gayo Lues.

Kepala Kejaksaan Negeri Gayo Lues Ismail Fahmi, S.H., melalui Kasi Intel Handri, S.H., Senin, 27 Maret 2023, mengatakan tersangka penganiayaan itu adalah Al pria umur 45 tahun warga Desa Ulon Tanoh, Kecamatan Kutapanjang, sedangkan korbanya AN pria berumur 39 tahun warga desa yang sama.

“Penganiyaan itu terjadi pada hari Rabu tanggal 8 Februari 2023 kemarin pukul 20:30 WIB. Dan kejadiannya berawal ketika korban AN bersama dengan saksi AA dan saksi AU berada di rumah saksi AA yang terletak di Dusun Datok Imam Bukit, Desa Ulon Tanoh, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues, kemudian tersangka AL datang untuk membicarakan mengenai tanah persawahan,” Kata Handri.

Kemudian saksi AU menanyakan kepada tersangka mengenai permasalahan sawah antara tersangka dan saksi AU. Pada saat itu tersangka mengatakan bahwa pada saat membeli tanah tersebut ayah tersangka dan ayah saksi AU membelinya secara bersama-sama dan ayah tersangka menggadaikan lembu kepada ayah saksi AU untuk mencukupi pembelian tanah tersebut.

“Kemudian saksi AA menanyakan apakah tersangka memiliki surat gadai sawah tersebut, dan tersangka menjawab tidak ada, korban kemudian mengatakan jika memang benar ada gadai sebelumnya maka terdapat surat gadai. Kemudian tersangka yang marah menjawab (Kalau sawah tu jelasnya aku yang punya. Kalau kamu mau jelas bongkar kubur orang tua mu) sambil berdiri dan berjalan kearah pintu keluar,” jelasnya.

Tersangka yang tersulut emosi mengambil Satu bilah pisau dengan panjang 25 Cm bergagang warna kuning dari pinggangnya. Melihat hal tersebut korban kemudian menahan tersangka dengan cara mendekap tersangka dari belakang, tersangka kemudian mencoba melepaskan diri sembari mengayunkan tangannya yang pada saat itu memegang pisau ke arah belakang, sehingga mengenai celana jeans warna biru korban AN hingga tembus menyebabkan luka.

Kemudian tersangka pergi dari rumah saksi AA, dan Korban AN pergi kerumah Penghulu Desa Ulon Tanoh, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues untuk melaporkan hal tersebut. Atas perbuatannya tersebut, tersangka diduga telah melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana yang berkaitan dengan penganiayaan. Dan selanjutnya dalam perjalanan perkara antara Tersangka Al dengan Korban AN telah mencapai kesepakatan perdamaian tanpa syarat pada hari Kamis 16 Maret 2023 bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Gayo Lues.

Oleh karena itu Jaksa Penuntut Umum selaku fasilitator mengajukan upaya penyelesaian perkara tersebut melalui Restorative Justice, dengan beberapa pertimbangan, ýraaaapertama kali melakukan tindak pidana, tindak pidana yang disangkakan diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun.

Berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Kajati Aceh dan Kajari Gayo Lues beserta Fasilitator, terhadap usulan penyelesaian perkara tersebut melalui Restorative Justice sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tetntang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restorative telah disetujui oleh Kepala Kejaksaan Tinggi.[]

 

Baca juga: