ACEH UTARA – Pengurus kelompok atau Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, telah menerima enam pompa air bantuan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra I untuk pompanisasi guna mengatasi kekeringan persawahan di kawasan tersebut, Rabu, 1 Maret 2023.
Pompa tersebut diterima Pengawas
Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Ismail Yusuf bersama sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Turut hadir Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Utara, Jaffar, Camat Meurah Mulia, Andre Prayuda, Keujruen Blang dan Keuchik dari lima desa. Adapun lima desa tersebut yaitu Gampong Leubok Tuwe, Ujong Kuta Bate, Pulo Blang, Teungoh Kuta Bate, dan Beuringen, Kecamatan Meurah Mulia.
Camat Meurah Mulia, Andre Prayuda, mengatakan pihaknya telah memberitahukan kepada Penjabat Bupati Aceh Utara, Sekda, dan Asisten I bahwa pompa bantuan dari pihak Balai (BWS Sumatra I) sudah diterima Kelompot Tani Meurah Mulia enam unit. Masyarakat Meurah Mulia, kata Andre, sangat berterima kasih atas bantuan yang sudah difasilitasi Pemkab Aceh Utara, dan mengharapkan untuk pembangunan Bendung Irigasi Kreung Pase tetap berjalan.
"Dan, juga masyarakat Meurah Mulia berupaya untuk menghidupkan pompa lama, tetapi ada beberapa alat yang sudah hilang. Untuk pemasangan (enam) pompa baru tersebut menggunakan dana swadaya masyarakat," kata Andre Prayuda dalam keterangannya diterima portalsatu.com/, Rabu.
Pengawas P3A Leubok Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Ismail Yusuf, menyebut pompa air itu sudah diterima dan harus tanda tangan oleh keuchik dari lima gampong. "Mesin atau pompa enam unit berukuran 3 inci beserta pipanya dan bahan bakar minyak (BBM) dua jeriken kecil ini akan dimanfaatkan untuk pompanisasi di lima desa supaya masyarakat setempat bisa bercocok tanam di sawah sebagai tanggap darurat".
"Untuk pemasangan pompa air ini harus kita koordinasi terlebih dahulu dengan para keuchik beserta pihak lainnya kapan akan dipasang. Jadi, dari lima desa itu nantinya harus ada sebuah kesepakatan antara kepala desa (keuchik) dan para pengurus P3A terkait bagaimana diberlakukan sistem iuran berupa padi saat panen, berapa yang harus ditentukan karena nanti ada biaya-biaya operasional. Selain untuk pengisian BBM dan bahan lain seperti oli, juga nanti ada pekerja (pengelola) dan segala macam sesuai dengan ketentuan yang lama. Apabila ada kas sedikit, maka akan dipergunakan untuk persiapan bahan-bahan yang diperlukan ke depan. Jadi masyarakat harus bisa menanam padi," kata Ismail Yusuf saat dihubungi via telepon seluler.
Ismail menambahkan sistem pengelolaan pompa itu di bawah P3A Leubok Tuwe, di mana sebelumnya ia sempat menjadi ketua. "Mudah-mudahan dengan hasil keputusan bersama nantinya dapat berjalan sebagaimana diharapkan".
"Memang untuk lima desa ini meskipun saluran air irigasi sebelumnya lancar, tetapi khusus lima desa ini tidak bisa diperoleh sumber air tersebut. Karena di sini termasuk dataran tinggi, makanya ketika pertama sekali rusak Bendung Irigasi Krueng Pase pada tahun 2008 kita pernah membuat permohonan agar dipindahkan lokasi pembangunan Bendung Krueng Pase di Desa Leubok Jok, Kecamatan Meurah. Tujuannya agar tanpa harus menggunakan pompa semuanya supaya bisa mengairi air ke sawah seperti irigasi, tetapi upaya ini tidak berhasil," ujar Ismail Yusuf.
Menurut Ismail, sumber air untuk pompanisasi dengan pompa bantuan BWS Sumatra I itu diambil pada sungai pembuangan melalui Krueng Pase juga di Gampong Leubok Tuwe. Tentunya dengan harapan pompanisasi ini dapat berjalan dengan baik, dan masyarakat bisa menanam padi dalam satu tahun dua kali untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
"Kami atas nama Forum Komunikasi Peduli Petani Krueng Pase Kecamatan Meurah Mulia, mengucapkan terima kasih banyak kepada Camat Meurah Mulia, Pemkab Aceh Utara, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra I, yang telah membantu masyarakat untuk pengadaan pompa air tersebut. Mudah-mudahan dengan bantuan untuk lima desa dari pemerintah itu masyarakat di sini bisa memanfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin, tentunya cukup bermanfaat bagi petani," ujar Ismail.
Ismail Yusuf juga mengucapkan terima kasih kepada Camat Meurah Mulia yang jauh sebelumnya telah melakukan berbagai upaya sebagai bentuk kepeduliannya terhadap kebutuhan petani tersebut. "Berkat kerja keras Camat bersama tokoh masyarakat setempat dalam hal permohonan bantuan pompa air itu, sehingga kini sudah terwujud dan diterima kelompok tani. Kita melihat beliau (Camat) gigih dalam upaya-upaya untuk kepentingan masyarakat," ucapnya.[]





