DUNIA semakin canggih dewasa ini membuat dunia serba mudah dan itu salah satu nilai positif dari kecanggihan dunia di era globalisasi ini. Allah memberi kita ilmu dan teknologi menjadikan urusan kita semakin mudah dan kita harus mensyukurinya. 

Seorang tokoh muda agama di Bireuen, Teungku Muhammad Abdulah, mengataakn, kecanggihan teknologi itu harus mampu dilihat dalam dua konteks, baik nilai positif dan negatif. Tidak harus mengambil positif saja dan melupakan nilai negatifnya terlebih dalam perspektif dunia tarbiyah.

“Kemajuan dan kecanggihan itu ibarat dua mata pisau. Keduanya tidak boleh luput untuk menyikapinya dalam pengertian mengambil nilai positif saja tanpa menghiraukan ekses negatifnya terlebih di dunia tarbiyah (pendidikan),” kata Muhammad yang merupakan guru senior dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga dan Darul Atik Jeunieb.

Putra almarhum Abon Abdullah Jeunib ini menambahkan, semakin  canggih suatu teknologi itu makin membuat membuat perubahan dan revokusi dalam kehidupan ini. Revolusi teknologi, katanya, telah membawa dampak mamfaat yang begitu besar dalam berbagai segi kehidupan manusia, termasuk bidang ilmu, dengan teknologi kita begitu mudah menggali dan mengembangkannya tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

“Kemajuan teknologi harus dilihat secara komperhensif dan objektif, nilai negatif juga harus menjadi acuan dan catatan kita di samping nilai positifnya. Tanpa kita sadari teknologi telah membuat sebagian kita jadi manja, malas untuk berpikir dan lainnya dan dari segi ini teknologi merupakan bahaya besar yang siap mengancam perkembangan ilmu itu sendiri,” kata ulama muda dayah di Bireuen ini, di samalanga, 21 Januari 2017.

Muhammad Abdulah mengharapkan, dengan kemajuan teknologi dan informasi mampu membuat kita sebagai khalifatul ardhi (pemimpin di dunia) untuk terus meningkatkan intelektualitas dan spritualitas berkolaborasi dalam realisasinya memperkuat hubungan horizontal dan vertikal dalam masyarakat demi kemajuan agama dan bangsa ini.[]