BANDA ACEH – Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo, mengungkapkan penyebab induk gajah keguguran di Desa Geunie, Tangse, Pidie, beberapa waktu lalu. Menurutnya, gajah tersebut stress berat karena diusir dan dikejar-kejar.

“(Penyebab lain karena) aktivitas yang ekstrim,” kata Sapto menjawab portalsatu.com, Jumat, 2 Juni 2017 petang.

Dia mengatakan warga menganggap gajah liar ini dalam posisi merusak kebun. Sehingga mereka mengusir gajah tersebut dari satu kawasan ke kawasan lain.

Padahal di usia kehamilannya yang baru mencapai 12 bulan, kondisi janin gajah belum sempurna. Sapto menyebutkan tulang belulang janin gajah juga masih lunak, belum memiliki telinga dan mata belum muncul. Sementara usia normal gajah melahirkan adalah 20-22 bulan.

“Sehingga janin yang kemarin itu tidak kami hitung dalam kematian gajah, tetapi menjadi jumlah tersendiri karena belum berwujud individu gajah. Janin itu memang berbentuk gajah, tapi belum menjadi individu gajah yang sempurna, jadi kami catat sebagai kematian janin karena keguguran,” katanya.[]

Laporan: Taufan Mustafa