SIGLI – Pemerintah Kabupaten Pidie mengalami kerugian mencapai Rp550 miliar lebih akibat kerusakan sarana dan prasarana diterjang banjir dua kali di awal tahun 2023.
Jumlah tersebut tertuang dalam Laporan Inventarisasi Kerusakan Infrastruktur dan Kerugian Dampak Banjir dalam Wilayah Kabupaten Pidie pada 21 Januari 2023, yang direkap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie.
Data diperoleh portalsatu.com/ dari BPBD Pidie, daftar kerusakan di semua sektor. Paling tinggi mengalami kerusakan sektor Pekerjaan Umum. Banyak jalan dan jembatan serta sumber daya air rusak dengan nilai Rp228,8 miliar.
Selain itu, sektor Kelautan dan Perikanan mengalami kerugian besar sehingga butuh rehabilitasi dan revitalisasi kawasan tambak serta sarana dan prasarana lainnya sebesar Rp198,5 miliar. Sementara sektor lainnya berkisar di bawah Rp100 miliar.
Kepala Pelaksana BPBD Pidie, Muhammad Rabiul, kepada portalsatu.com/, Kamis, 23 Februari 2023, menjelaskan data tersebut merupakan rekapitulasi kerusakan akibat banjir hasil pendataan masing-masing dinas pada masa tanggap darurat.
“Semua laporan berdasarkan pendataan yang dilakukan dinas terkait bersama tim tanggap darurat beberapa waktu lalu. Jadi, kita butuh dana besar untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak,” kata Rabiul yang menyebut total mencapai Rp552 miliar.
Kalau diandalkan dana daerah, menurut Rabiul, tentunya tidak sanggup dibiayai. Sehingga Pemerintah Pidie mengupayakan ke BNPB agar dapat dibantu pemulihan dengan biaya rehabilitasi dan rekonstruksi.[](Zamahsari)




