Minggu, Juni 23, 2024

Jelang Pilkada Subulussalam, Fajri...

SUBULUSSALAM - Komunikasi elit partai politik jelang Pilkada Subulussalam mulai terlihat intens. Terbaru,...

Jemaah Haji Aceh Dipulangkan...

BANDA ACEH – Jemaah Haji Debarkasi Aceh (BTJ) akan dipulangkan dari Arab Saudi...

Kapolsek Baru Bongkar Sabu...

LHOKSEUMAWE - Kapolsek Dewantara Ipda Fadhulillah bersama anggotanya berhasil menangkap pemuda berinisial MM...

Pilkada Subulussalam: Resmi Daftar...

SUBULUSSALAM - Bakal Calon Wali Kota Subulussalam, Fajri Munthe menyerahkan berkas pendaftaran sebagai...
BerandaBerita Banda AcehKini Hakim Tolak...

Kini Hakim Tolak Eksepsi Lima Terdakwa Perkara Dugaan Korupsi Monumen Samudra Pasai

BANDA ACEH – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh kini menolak nota keberatan atau eksepsi dari penasihat hukum lima terdakwa perkara dugaan korupsi pembangunan Monumen Islam Samudra Pasai, Selasa, 8 Agustus 2023.

Pembacaan putusan sela tersebut dipimpin Majelis Hakim, R. Hendral, S.H., M.H. (Hakim Ketua), didampingi Sadri, S.H., M.H., dan R. Deddy Haryanto, S.H., M.H. (Hakim Anggota), serta Panitera Pengganti Saiful Bahri, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Banda Aceh. Sidang itu dihadiri kelima terdakwa bersama penasihat hukumnya, dan Jaksa Penuntut Umum Kejari Aceh Utara.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Dr. Diah Ayu H. L. Iswara Akbari, melalui Kasi Intelijen Reza Rahim, S.H., M.H., dalam keterangannya, Rabu, 9 Agustus 2023, mengatakan dalam putusan sela itu (kali ini) hakim menuturkan surat dakwaan JPU sudah cermat dan lengkap.

“Hakim memerintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk melanjutkan kasus ini ke tahap pembuktian. Majelis hakim minta JPU untuk menghadirkan saksi-saksi di persidangan selanjutnya,” kata Reza Rahim.

Untuk diketahui, setelah memperbaiki surat dakwaan, JPU Kejari Aceh Utara melimpahkan kembali perkara tersebut ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh, 6 Juli 2023. Sidang pembacaan dakwaan digelar pada 18 Juli 2023.

Lihat pula: Jaksa: Lima Terdakwa Perkara Monumen Samudra Pasai Jadi Tahanan Kota

Sebelumnya diberitakan, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Banda Aceh menerima eksepsi lima terdakwa perkara dugaan korupsi pada proyek pembangunan Monumen Islam Samudra Pasai di Aceh Utara.

Dalam putusan sela dibacakan Majelis Hakim diketuai R. Hendral, S.H., M.H. (Hakim Ketua), didampingi Sadri, S.H., M.H., dan R. Deddy Harryanto, S.H., M.Hum. (Hakim Anggota), saat sidang di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, Senin, 5 Juni 2023, juga menyatakan, “Dakwaan penuntut umum batal demi hukum. Membebaskan terdakwa dari tahanan”.

Lima terdakwa perkara tersebut yakni Fathullah Badli sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada pekerjaan lanjutan konstruksi fisik pembangunan Monumen Islam Samudra Pasai Kabupaten Aceh Utara tahap I sampai V tahun anggaran 2012-2016, Nurliana NA (Pejabat Pembuat Komitmen/PPK proyek itu tahap I sampai VI tahun anggaran 2012-2017), T. Maimun (Direkur PT Lamkaruna Yachmoon selaku rekanan proyek itu tahap II tahun 2013, tahap III tahun 2014, tahap V tahun 2016, dan tahap VI tahun 2017), T. Reza Felanda (Direktur PT Perdana Nuasa Moely selaku rekanan proyek itu tahap I tahun 2012 dan tahap IV tahun 2015), dan Poniem (Direktris CV Sarena Consultant sebagai konsultan pengawas proyek tersebut).

Baca: Hakim Terima Eksepsi Terdakwa Perkara Monumen Samudra Pasai, ‘Dakwaan Penuntut Umum Batal Demi Hukum’.[]

 

 

Baca juga: