ACEH BESAR – Kucing Emas (Catopuma Temminckii) dan Beruang Madu (Helaractos Malayenus) di Taman Mini Satwa Liar di Desa Lamme, Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar dibawa dari BKSDA. Bersama rusa timor dan kijang, kedua satwa tersebut dipelihara di taman milik Yayasan Dwiyuna Jaya.
“Kucing Emas dan beruang tidak tahu dari mana daerah asalnya. Pertama kali dibawa kemari dari BKSDA, beruang dua ekor, Kucing Emas juga dua ekor, tapi dari masing-masing satwa ini, satu di antaranya mati karena sakit,” ujar Aulia, penjaga taman itu, ditemui portalsatu.com, Rabu, 9 Agustus 2017.
Aulia yang bekerja merawat taman tersebut sejak pertama kali dibuka pada 2012, menyebutkan, dua satwa itu sempat dirawat dokter hewan dari dinas kehutanan.
Menurut Aulia, seekor Rusa Timor (Cervus Timorensis) dan dua ekor kijang (Mumtyacus Munjaks) di taman tersebut juga telah ada sejak 2012. Kedua jenis satwa ini dibawa dari Meulaboh, Aceh Barat. “Saat ini kijang sudah tiga ekor, karena telah lahir anaknya sekitar setahun lalu. Dulu juga sudah pernah melahirkan satu kali, tapi mati, ini kali kedua anak kijang lahir,” katanya.
Taman Mini Yayasan Dwiyuna Jaya telah berdiri sejak 2012, berada di bawah naungan CV Binkara. “Pak Dwiyuna sekarang sedang di Jakarta. Ia adalah pemilik taman ini dan sponsor tunggal dalam mendanai taman ini. Apakah ada sponsor lain yang mendanai, saya tidak tahu,” ujar Aulia yang berasal dari Kampung Jawa, Banda Aceh.
Ia menambahkan, satwa itu dipelihara di taman tersebut karena pihak pemerintah dilaporkan tidak memiliki anggaran. Menurutnya, anggaran yang dihabiskan untuk pakan satwa di taman itu mencapai Rp2,5 juta per bulan. Kucing Emas pakannya ayam, sementara beruang pakannya pisang dan pepaya. Rusa diberikan rumput dan wortel. “Saat ini untuk pakan tidak sulit selama anggarannya lancar,” katanya.
Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo melalui pesan WhatsApp kepada portalsatu.com menyebutkan, soal batas waktu yang diberikan kepada pemilik izin taman tersebut tidak terlalu dipaksakan. “Barangkali dalam waktu 2 bulanan ini, akan kami lihat lagi perkembangannya,” kata Sapto.
Sapto juga menjelaskan soal kemungkinan Kucing Emas dan Beruang Madu itu akan dilepasliarkan seperti orang utan yang disita di Aceh Timur beberapa waktu lalu, dan sudah dalam masa rehabilitasi untuk dilepaskan lagi. “Untuk pelepasliaran idealnya satwa ini harus direhab atau dilatih dulu. Nah, sampai saat ini belum ada tempat pelatihan tersebut sebagaimana orang utan,” ujarnya.
Terkait satwa yang dibawa pihak BKSDA, menurut Sapto, berdasarkan keterangan dari anggotanya, “Kucing Emas ini dititipkan ke sana pada saat itu karena ketiadaan biaya perawatan di BKSDA. Justru sekarang, saya akan terus dorong legalitasnya karena dari sisi teknis mereka punya kemampuan,” kata dia.
Amatan portalsatu.com, di taman mini tersebut juga terlihat belasan ekor bebek yang kabarnya dibawa dari Cina untuk dipelihara di sana. Sejumlah bocah tampak bermain bersama sembari mengelus-elus rusa bertanduk panjang.[]
(*sar) Laporan Taufan Mustafa


