ACEH UTARA – Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran kembali mengerahkan sebanyak 200 prajurit TNI untuk memugar Makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia, di kawasan Hutan Lindung Gunung Lipeh, Ujong Krueng Keureuto, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Rabu, 16 Juli 2025.
Kondisi cuaca dan medan ekstrem tidak menyurutkan semangat para kesatria TNI itu mengangkut material menerobos jalur sungai di tengah hutan belantara.
Kegiatan itu dimulai pukul 08.00 WIB, rombongan bergerak dari Korem Lilawangsa di Kota Lhokseumawe menuju titik jembatan di tengah hutan, tiba pukul 11.00.
Danrem Ali Imran bersama prajuritnya menggunakan tas ransel militer dan goni menggendong material berupa pasir dan batako ke makam. Mereka menelusuri jalan setapak di aliran sungai menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer hingga tiba di makam pukul 12.30 WIB.

[Danrem Ali Imran bersama prajuritnya berjalan di aliran sungai menuju Makam Cut Nyak Meutia, Rabu, 16 Juli 2025. Foto: Penrem Lilawangsa]
Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin mengatakan ratusan personel Korem 011/Lilawangsa dan Kodim 0103/Aceh Utara bersama mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) dan perwakilan Kantor Pegadaian Lhokseumawe bergotong-royong merampungkan taman Kompleks Makam Cut Meutia.
“Sesuai arahan Pangdam IM dan gagasan Danrem 011/Lilawangsa, dikerahkan sekitar 200 prajurit TNI mengangkut material, melanjutkan pemugaran Makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Meutia,” kata Dandim Jamal Dani di lokasi makam itu, Rabu (16/7).
Dandim menyebut progres pemugaran makam sudah mencapai 99%. Adapun pembangunan fasilitas pendukung seperti plaza upacara, galeri, dan kolase sejarah perjuangan Cut Meutia dalam penyelesaian.
“Sulitnya akses karena kondisi medan ekstrem menjadi salah satu kendala, menghambat proses pekerjaan pembangunan makam. Semua material harus dibawa dengan cara dipikul dan dibantu satu unit jonder (john deere), namun belum maksimal melalui jalur sungai,” ungkapnya.

[Sejumlah mahasiswi Unimal berjalan di aliran sungai menuju Makam Cut Nyak Meutia, Rabu, 16 Juli 2025. Foto: Penrem Lilawangsa]
“Ditambah kondisi cuaca, menjadi penghambat tidak bisa membawa material, karena jarak dari tempat penurunan material sampai ke makam ini sekitar 1,5 kilometer, dari jalur sungai. Medannya sangat berat,” tambah Dandim.
Oleh karena itu, Dandim berharap seluruh stakeholder terkait bisa berkolaborasi membangun makam pahlawan nasional ini lebih baik. Begitu pula jalur akses agar mudah terjangkau, selain terawat dengan bagus, sehingga masyarakat mudah untuk menjangkau ke makam.
Ikut serta dalam kegiatan itu, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unimal, Dr. Mohd. Heikal, dan sejumlah jurnalis.[]







