ACEH UTARA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 100 dan 101 sukses melaksanakan program kerja bersama melatih warga membuat minuman jahe di Desa Ujong dan Desa Mesjid, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Senin, 27 Januari 2025.
Program ini bertujuan memanfaatkan hasil pertanian lokal sekaligus menciptakan produk inovatif yang bermanfaat bagi kesehatan, terutama untuk menjaga daya tahan tubuh selama musim hujan.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Mesjid ini melibatkan masyarakat setempat, terutama kelompok ibu rumah tangga, dalam pelatihan pembuatan minuman jahe. Program ini tidak hanya memperkenalkan teknik pengolahan jahe menjadi minuman dalam bentuk bubuk yang praktis dan higienis, tetapi juga membahas pengemasan menarik dan strategi pemasaran agar produk dapat bersaing di pasar.
Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan beberapa tahapan penting.
Pemilihan Jahe Berkualitas
Jahe segar dan berkualitas dipilih sebagai bahan utama untuk memastikan rasa dan manfaat tetap terjaga.
Pencucian dan Penghalusan
Jahe dicuci bersih, kemudian dihaluskan menggunakan blender untuk memaksimalkan ekstraksi rasa dan kandungan alaminya.
Penyaringan
Jahe yang sudah dihaluskan, kemudian disaring dan diperas hingga mengeluarkan sari jahe.
Ekstraksi dan Pemanasan
Sari jahe direbus dengan air, lalu tambahkan gula, cengkeh, dan kayu manis sesuai takaran untuk menciptakan rasa yang pas. Kemudian diaduk hingga mengental dan diperoleh serbuk jahe.
Pengolahan Menjadi Bubuk
Serbuk jahe diblender kembali untuk mendapatkan ukuran serbuk yang kecil-kecil.
Pengemasan Produk
Serbuk jahe dikemas dalam wadah kedap udara untuk menjaga kualitas dan aroma, pengemasan juga dilengkapi dengan desain label yang menarik.

[Mahasiswa KKN Unimal Kelompok 100 dan 101 foto bersama masyarakat usai pelatihan membuat minuman jahe. Foto: Istimewa]
Produk minuman jahe ini memiliki berbagai manfaat Kesehatan. Di antaranya, membantu meredakan gejala flu, batuk, dan pilek berkat sifat antiinflamasi jahe; melancarkan pencernaan dan mengurangi rasa mual; membantu menghangatkan tubuh, terutama saat cuaca dingin; menurunkan risiko peradangan dan meningkatkan daya tahan tubuh; berpotensi membantu mengurangi kadar gula darah dan kolesterol.
Ketua Kelompok 100, Aziz Nurazi, menjelaskan pihaknya ingin membantu masyarakat menggali potensi bahan alami seperti jahe, sehingga dapat diolah menjadi produk bernilai jual tinggi yang juga bermanfaat bagi kesehatan.
Ketua Kelompok 101, Bisma Fadhil, menambahkan pelatihan ini tidak hanya fokus pada proses produksi, tetapi juga pengemasan yang menarik dan strategi pemasaran agar produk memiliki daya saing di pasar.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Yenny Novianti, S.T., M.T., menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi mahasiswa KKN. “Musim hujan sering menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Program ini memberi solusi praktis dengan memanfaatkan bahan lokal untuk menjaga kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Desa Ujong dan Desa Mesjid. Mereka sangat antusias dengan inovasi pembuatan minuman jahe instan yang dapat disajikan kapan saja hanya dengan menambahkan air panas. Dengan adanya program ini, masyarakat didorong untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan potensi lokal secara kreatif.
Mahasiswa KKN berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan serta membangun usaha kecil berbasis sumber daya alam lokal. Produk minuman jahe ini diharapkan dapat menjadi alternatif sehat dan praktis yang diminati masyarakat.[](ril)







