Kita telah berada di fase rahmat (pertengahan) tepatnya hari kesebelas di bulan mulia ini. Sungguh Ramadan merupakan bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan Allah karena umat Islam pada bulan ini menjadi ladang menuai ibadah untuk menjemput pahala yang besar di sisi Allah SWT.

Namun pada bulan ini tidak hanya dituntut untuk meningkatkan ibadah via hamlum minallah (vertikal), tetapi tidak lupa juga untuk menggapai ibadah hablum minannas (horizontal) sesama manusia dan makhluk Allah lainnya. Salah satu ibadah tersebut berupa menjalin ikatan silaturrrahmi.

Jangan sampai karena berpuasa, keinginan untuk menjalin silaturrahmi antarsesama menjadi luntur walaupun pasca Ramadan bulan Syawal identik dengan bulan silaturrahmi. Namun momentum Ramadan sebagai bulan ibadah juga harus tetap terjalin ikatan silaturrahmi dalam masyarakat.

Silaturrahmi Ciri Orang Beriman

Tidak sedikit ayat dan hadist yang menganjurkan kita untuk bersilaturahmi, salah satunya sebagaimana disebutkan dalam surat An-Nisa berbunyi: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” (QS. An Nisaa : 1). Bahkan Dalam ayat lainnya Allah SWT menegaskan ciri orang beriman adalah mereka yang selalu menjaga hubungan dalam wadah silaturrahmi sebagaimana diungkapankan dalam firman Allah Swt, berbunyi: “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat” (QS. Al Hujuraat : 10).

Modernisasi Menghambat Silaturahmi?

Kini zaman telah canggih dengan hadirnya media telekomunikasi canggih berupa handphone, internet. Dengan internet ini lahir beragam media baik Facebook, BBM, dan lainnya. Jangan sampai dengan beralasan canggih informasi, bisa mengurangi silaturrahmi dan semakin hilang dan pudarnya semangat silaturrahmi.

Tidak sedikit hikmah yang dapat dipetik dari silaturahmi itu, di antara hikmah tersebut dengan bersilaturrahmi dapat menghilangkan berbagai sifat negatif baik itu egoisme, tidak saling berbagi dan tidak peduli di antara sesama. Hal ini yang ada pada diri kita dapat diredam dan dikikis serta terjalinnya berbagai interaksi sosial dalam masyarakat.

Sebuah silaturahmi memiliki makna yang sangat sakral khususnya dalam kehidupan seseorang dan umumnya bagi umat Islam secara keseluruhan. Silaturahmi menjadi poros yang mengokohkan banyak hal dan fenomena dalam masyarakat, mulai dari nilai integral (persatuan), perhatian, kasih sayang, mata pencaharian, rezeki hingga memudahkan seseorang memasuki surga-Nya.

Silaturrahmi Dimudahkan Rezeki

Fenomena di atas bukan hanya sebuah retorika, namun tidak sedikit hadist Rasulullah juga mengisyarahkan demikian, di antara sabda beliau yaitu: “Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya, maka sambunglah silaturahim” (HR. Bukhari). Bahkan nada ancaman Rasulullah terhadap mereka yang  memutuskan silaturrahmi sebagaimana diungkapkan dalam hadist: “Sesungguhnya Rahmat itu tidak diturunkan kepada kaum yang di dalamnya ada seorang pemutus keluarga” (HR. Bukhari).

Sementara itu apabila kita mengkajinya dalam perspektif ilmu sosial dan ekonomi dan bisnis, terjalinnya sebuah ikatan silaturahmi merupakan menjadi bagian dari network yang akan memperluas jaringan dan relasinya dengan masyarakat luas.

Terlebih dengan Ramadan setiap langlah dan gerak kita dalam kebaikan dinilai dengan angka nominal pahala yang lebih banyak ketimbang bulan lain, bahkan ibadah sunah pahalanya laksana ibadah wajib. Selayaknya di bulan ini kita perbanyak silaturahmi. Bahkan dengan sendirinya secara tidak langsung dengan betambah silaturrahmi maka jaringannya akan semakin banyak dan kuat sehingga memungkinkan baginya membangun relasi demi kepentingan tertentu. Dalam perspektif ilmu ekonomi, semakin banyak jaringan, maka akan banyak bertambah calon pembeli yang pada akhirnya  akan bertambah income atau rezekinya.

Silaturrahmi Kunci Husnul Khatimah

Di samping itu Rasulullah juga menambahkan bahwa silaturrahmi dapat menyelematkan seseorang dari meninggal dengan su’ul khatimah alias meninggal dengan iman terselamatkan meninggalkan dunia yang fana ini. Penjelasan ini dijelaskan dalam  hadist berbunyi: “Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi.” (HR Imam Bazar, Imam Hakim). 

Pada kesempatan yang lain,  baginda nabi menyuruh kepada kita untuk belajar dan meneladani ikatan silaturrahmi orang tua kita dulu yang telah mereka bina dan pupuki serta melahirkan kasih sayang sesama dalam masyarakat. Pernyataan ini beliau jelaskan dalam sabda-Nya: “Belajarlah dari nenek moyangmu bagaimana caranya menghubungkan rahim-rahim itu, karena silaturahmi menimbulkan kecintaan dalam keluarga, meluaskan rezeki, dan menunda kematian.” (HR Imam Tirmidzi)

Beranjak dari pembahasan di atas maka selayaknya di bulan Ramadan ini, tanpa mengurangi kemuliaan dan keberkahan bulan ini dengan tidak melupakan silaturrahmi malah momentum Ramadan hendaknya dijadikan ladang dalam menggapai pahala lewat bersilaturrahmi.[]