SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, H. Merah Sakti, S.H., meminta jajaran kabinetnya cerdas menyikapi janji kandidat yang sedang bertarung menjadi orang nomor wahid di Bumi Sada Kata itu.
Merah Sakti menyebutkan, ada paslon Wali Kota Subulussalam menjanjikan jabatan kepala dinas kepada pejabat yang saat ini duduk di eselon III menjabat sekretaris. Mereka mendapat iming-iming menjabat eselon II jika paslon tersebut menang di Pilkada 27 Juni 2018.
Hal itu disampaikan Merah Sakti di sela-sela memberikan kata sambutan pada kegiatan Fasilitasi Penyusunan Analisis Beban Kerja yang diprakarsai Bagian Organisasi Setdako Subulussalam di Gedung LPSE setempat, Senin, 9 April 2018.
“Saya dapat informasi dari lapangan, ada yang mengatakan, anda ikut saya, jika saya menang anda saya angkat sebagai kepala dinas,” kata Merah Sakti mengutip laporan yang ia terima terkait janji yang disebarkan salah satu paslon untuk mendapat dukungan dari sejumlah pejabat.
Iming-iming tersebut, kata Merah Sakti, sudah “meracuni” para sekertaris di seluruh SKPK. Padahal janji tersebut sudah tidak relevan dengan regulasi saat ini, karena setiap pejabat yang mengisi eselon II harus mengikuti lelang jabatan.
“Sudah kacau, sudah terkontaminasi mindset seluruh sekretaris. 'Kalau aku berhasil anda nanti jadi kepala dinas', dasar apa? Untuk menjadi kadis harus melalui assessment, seperti yang kita lakukan 2017 lalu,” ungkapnya.
“Dalam hati saya, kok rendah kali 'antena' sekretaris saya, kalau ditanya pendidikan S2, saya saja S1 paham tentang ini. Terpengaruh dengan isu itu, sudah kelewatan itu,” kata Merah Sakti.
Pola itu bisa terjadi pada periode sebelumnya, di mana Wali Kota atau Bupati bisa menggonta-ganti pejabat tanpa melalui assessment, tapi sekarang harus melalui lelang jabatan.
Seharusnya, kata Merah Sakti, para pejabat berdiri tegak di atas kaki sendiri, tidak mudah goyah dan terpengaruh terhadap isu yang ditiupkan salah satu peserta pilkada untuk mendapat dukungan dari kalangan PNS.
“Ini kita share, berbagi, tidak ada yang mengajari dan menggurui, anda orang-orang intelek, bahkan ada yang dokter. Saya mengingatkan, hati-hati bapak ibu, jangan mudah terkontaminasi dengan isu tersebut,” ujarnya.
Merah Sakti mengatakan, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sudah dilantik 5 Juli 2017 hingga April 2018 belum melakukan mutasi, karena ada regulasi yang mengatur untuk menempatkan jabatan eselon II yaitu lelang jabatan.
“Bagaimana mungkin hari ini dia dilantik sebagai Wali Kota, besok langsung mengangkat anda sebagai kepala dinas, ndak ada itu. Pak Irwandi saja sampai April 2018 belum ada yang dimutasi, karena regulasi mengatur tentang itu, baru proses assessment yang dilakukan,” paparnya.[]




