LHOKSEUMAWE – Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf atau Mualem, berbelanja bajee uroe raya (baju lebaran) untuk sebanyak 120 santri, di Suzuya Mall Kota Lhokseumawe, Selasa, 11 Maret 2025, siang.

Para santri itu dari Dayah Raudhatul Huda, Gampong Matang Ceubrek (Cibrek), Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara. Para santri tersebut merupakan anak yatim, anak dari keluarga fakir miskin, dan anak terlantar dari sejumlah gampong di wilayah Aceh Utara. Usia anak-anak itu mulai dari kelas satu Sekolah Dasar (SD) hingga kelas satu Sekolah Menengah Atas (SMA).

Pantauan portalsatu.com/, sebagian santri itu yang menumpang bus sekolah tiba di halaman Suzuya Lhokseumawe, pukul 14.05 waktu Aceh, disusul sebagian lainnya lima hingga 10 menit kemudian dengan mobil penumpang umum.

Manajer Suzuya Mall Lhokseumawe, Said bersama sejumlah stafnya stand by di teras gedung pusat perbelanjaan modern tersebut, menunggu kedatangan Gubernur Mualem.

“Di bulan Ramadan ini, diskon pakaian 20 sampai 50 persen,” kata Said menjawab portalsatu.com/.

Apakah ada hal khusus yang disiapkan pihak Suzuya dengan kedatangan Gubernur Aceh bersama para santri untuk berbelanja kebutuhan lebaran?

“Yang secara khusus paling kasir kita prepare, agar transaksi belanja lebih memudahkan,” ucap Said.

Selain baju dan celana, kata Said, pihaknya menyediakan sarung, sepatu, sandal. “Dan segala macam yang kita jual di atas (lantai tiga). Tinggal dipilih anak-anak nanti”.

“Semua ada diskon, tergantung mereknya, dia sudah ter-set by system,” tambah Said.

Said lantas menyambut Mualem yang tiba di halaman Suzuya sekitar pukul 14.15. Turun dari mobil, Mualem turut disambut oleh Teungku Muhammad Dian, Pimpinan Dayah Raudhatul Huda Matang Ceubrek.

[Mualem dan Abi Matang Ceubrek. Foto: Riki]

Para santri dengan pakaian khasnya; sarung dan peci, sedangkan santriwati semuanya memakai niqab atau cadar, membentuk barisan yang rapi menyambut Mualem.

Mualem melangkah ke depan pintu masuk gedung Suzuya. Berdiri di sana, kini Mualem menunggu para santri. Lalu, para santri diarahkan masuk sambil menyalami Mualem. Gubernur Aceh itu memberikan santunan uang tunai dalam amplop kepada setiap santri tersebut.

Pukul 14.25, Mualem masuk ke gedung Suzuya untuk foto bersama para santri di depan tempat bermain anak-anak, lantai dasar. Selesai acara foto, semua santri diarahkan naik ke lantai tiga untuk berbelanja pakaian. Sementara Mualem sejenak melihat beberapa mobil dan sepeda motor yang dipamerkan di lantai dasar Suzuya itu.

Dijemput ke gampong-gampong

Teungku Muhammad Dian akrab disapa Abi Matang Ceubrek menjelaskan jumlah santrinya di Dayah Raudhatul Huda Matang Cibrek saat ini mencapai 143 orang. Namun, yang bisa datang ke Suzuya Lhokseumawe 120 orang.

“Yang datang ke sini 120 orang, yang lain karena faktor tidak ada kendaraan, dan ada yang pulang beberapa hari ke rumah karena (bulan) puasa,” kata Abi Matang Cibrek menjawab portalsatu.com/ usai foto bersama santri dengan Mualem.

Abi menjelaskan bahwa kemarin ia diberitahukan oleh tim Mualem agar hari ini datang ke Suzuya untuk berbelanja kebutuhan lebaran para santri. “Alhamdulillah, semoga berkah rezeki Mualem. Peu mantong yang geu infak lee Mualem beuneubi berkah lee Allah. Dan harapan anak-anak pun tercapai neubi lee Allah, karena anak-anak kita berharap Mualem neu langkah u dayah,” ujarnya.

Menurut Abi, usia dayah tersebut hampir lima tahun. “Para santri ini anak yatim, fakir miskin, dan anak terlantar. Jadi, kita kerja sama dengan (organisasi) Gemantara, kita jemput anak-anak di gampong-gampong untuk kita bina di dayah kita, tepatnya di belakang Kantor Bupati Aceh Utara”.

“Sebagian kita jemput bak gaki limong, na bak bineh laot, na bak terminal, dan ada yang bermasalah dalam keluarganya,” ucap Abi.

Abi menyebut mulanya pihaknya mengelola dayah itu fokus untuk pengajian. “Tapi, menimbang sebagian anak-anak sudah putus sekolah, karena yang paling kecil dari santri ini kelas satu SD, paling besar kelas satu SMA. Dari kecil kita bina. Karena hal demikian, kami berinisiatif dengan pihak Gemantara untuk mita sikula tamong u dalam untuk bri pelajaran (pihak sekolah masuk ke dayah memberikan pelajaran pengetahuan umum). Kalau anak usia SD bersekolah di luar dayah,” tuturnya.

[Foto: Riki]

Membahagiakan anak yatim

Mualem kemudian naik ke lantai tiga untuk menemani para santri berbelanja, pukul 14.45. Raut wajah anak-anak yatim itu tampak gembira saat memilih pakaian baru. Namun, beberapa anak usia SD juga terlihat bingung saat memilih baju dan celana baru.

Sejumlah anak itupun dipanggil oleh pihak Gemantara untuk diceritakan kondisi keluarganya kepada Gubernur Aceh. Beberapa bocah itu menyalami, lalu menatap Mualem tak berkedip. Mualem pun tersenyum dan mengusap kepala anak itu.

Mualem menjawab portalsatu.com/ mengatakan ia ingin membahagiakan anak-anak yatim di bulan suci yang penuh berkah ini. “Iya, untuk kebutuhan hari raya, kita kasihlah untuk anak-anak yatim, itu yang ada kemudahan kita. Mudah-mudahan kita bisa terus bantu anak-anak yatim,” ujarnya.

Disinggung program prioritas Pemerintah Aceh ke depan untuk membantu kebutuhan anak yatim di seluruh Aceh, termasuk di bidang pendidikan, Mualem berkata, “Kita komunikasi dengan Baitul Mal dan dinas-dinas terkait. Tentu programnya sudah dirancang. Maunya kita semua anak yatim di Aceh kita sayangi, kita perhatikan”.[](red)