LHOKSUKON – Ketua Umum DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, meminta kader PA dan KPA untuk menahan diri terkait kericuhan yang sedang terjadi di Aceh Utara.
Hal ini disampaikan Mualem melalui Juru Bicara Partai Aceh, Suadi Sulaiman atau akrab disapa Adi Laweung, Minggu, 25 Desember 2016.
“Perlu diketahui kalau DPA PA saat ini sedang mendalami akar permasalahan. Kita sedang menyelidiki terkait fakta-fakta objektif terkait kericuhan yang sedang terjadi di Aceh Utara sehingga kita bisa menyelesaikan kasus ini,” ujar Adi Laweung.
“Kita tetap mengimbau kepada kader PA untuk tetap santun dan menahan diri. Demikian juga dengan pendukung kandidat pasangan yang lain juga harus mampu menahan diri sehingga ketentraman dalam masyarakat terjaga,” kata Adi Laweung.
Mualem, kata Adi, berharap semua pihak bersikap kooperatif serta tidak memancing amarah.
“Kita juga minta penegak hukum, kepolisian dan Panwaslih untuk melihat secara jernih atas kejadian tersebut sehingga mampu menegakkan hukum secara adil,” ujarnya.
“Perlu diketahui, kita saat ini terus memantau suasana di Aceh Utara. Mualem berharap semua pihak menahan diri serta tak mengerahkan massa dari luar yang dapat semakin memperkeruh suasana,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, tim pendukung pasangan calon (paslon) bupati Aceh Utara nomor urut 4, Fakhrurrazi-Mukhtar Daud (FA-TAR) dilaporkan ricuh dengan tim pemenangan paslon nomor urut 1, Muhammad Thaib (Cek Mad)-Fauzi Yusuf (Sidom Peng) di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Sabtu malam, 24 Desember 2016.
Baca: Dua Tim Paslon Bupati Aceh Utara Ricuh, Ada Apa?
Kericuhan yang terjadi antara tim pendukung paslon Fakhrurrazi-Mukhtar Daud (FA-TAR) dengan pendukung Partai Aceh malam tadi disebut-sebut berawal dari pemukulan salah satu pendukung FA-TAR. Baca: Penjelasan Cabup Fakhrurrazi Terkait Kericuhan Timnya dengan Partai Aceh.[]




