JAKARTA – Salah satu panitia Kongres Peradaban Aceh, Mustafa Ismail, menyebutkan pihaknya saat ini sedang menggarap buku standardisasi ejaan Bahasa Aceh. Buku tersebut merupakan hasil diskusi terfokus dengan para pakar di Unsyiah pada Februari 2016 lalu.

“(Sekarang) sedang dibaca dan disempurnakan lagi oleh Wildan Abdullah,” ujar Mustafa Ismail ketika ditemui di Jakarta, Kamis, 3 November 2016.

Dia mengatakan naskah standarisasi ejaan itu akan disampaikan ke Pemerintah Aceh melalui Lembaga Wali Nanggroe untuk mendapatkan pengesahan. Namun dia menyarankan agar wartawan menanyakan proses buku tersebut ke Wildan Abdullah.

Mustafa Ismail menyebutkan selain Wildan Abdullah, para perumus buku tersebut termasuk DR Abdul Gani Asyik, DR Moh Harun, dan Ayah Panton.

“Kita harapkan naskah buku standarisasi ejaan bahasa Aceh itu segera kelar, sehingga kita punya patokan dalam penulisan bahasa Aceh. Sebab, selama ini penulisan bahasa Aceh tidak seragam karena belum ada standar,” kata Mustafa Ismail.

Sementara untuk agenda Kongres Peradaban Aceh yang lain, Mustafa menyebutkan panitia masih melakukannya bertahap. “Kita mengerjakan satu-satu dulu. Sebab, ada keterbatasan anggaran untuk mengerjakan banyak hal sekaligus,” katanya.[]