BerandaBerita AcehNurul Zuhairah, dari Matangkuli Aceh Utara ke Universitas Al Azhar Kairo

Nurul Zuhairah, dari Matangkuli Aceh Utara ke Universitas Al Azhar Kairo

Populer

Nurul Zuhairah, mahasiswi asal Matangkuli, Aceh Utara, berhasil meraih mimpinya untuk menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir. Saat ini, ia tengah menyelesaikan studi S1 di Fakultas Syariah Islamiah Wal A’rabiah Lilbanat Jurusan Syariah Islamiah semester delapan dengan beasiswa Kuwait (بيت الزكاة الكويتي).

Terinspirasi dari Ustaz di Darul Lughah

Kecintaan Nurul pada bahasa Arab bermula dari Dayah Buni (Raudatul Fuqara) Paya Bakong, Aceh Utara, tempatnya menimba ilmu selama enam tahun. Dia mengikuti program belajar bahasa Arab selama tiga bulan di Darul Lughah.

Darul Lughah Al Arabiyah adalah Lembaga Pendidikan Bahasa Arab, para pengajarnya alumni Timur Tengah. Cerita-cerita inspiratif mereka tentang pengalaman belajar di Timur Tengah menumbuhkan keinginan Nurul untuk melanjutkan pendidikannya di Mesir, dan juga dukungan penuh dari orang tua.

Perjalanan Menuju Al Azhar

Tekad Nurul untuk menimba ilmu di Al Azhar semakin kuat setelah ia melakukan riset dan mengikuti bimbingan belajar di Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) di Banda Aceh. Prosesnya tidak mudah, ia harus mengikuti tes Kemenag yang memakan waktu lama dan persiapan matang.

Mengatasi Tantangan Belajar di Luar Negeri

Menempuh pendidikan di luar negeri, khususnya di Mesir, menghadirkan berbagai tantangan bagi Nurul. Salah satu yang paling berat adalah menghafal materi yang sangat banyak dalam bahasa Arab. Untuk mengatasinya, ia menerapkan strategi manajemen waktu yang efektif dan belajar di berbagai suasana agar tidak bosan.

“Caranya harus pandai manage waktu dan produktif. Kita menghafal materi yang banyak pasti bosan, jadi biasanya hari ini hafalnya di rumah, besok di taman, besoknya lagi di masjid, pokoknya harus ganti-ganti suasana,” ujar Nurul dihubungi portalsatu.com, Kamis, 29 Februari 2024.

Prestasi Gemilang

Berusia 22 tahun, Nurul telah mengukir berbagai prestasi selama di SMA dan Universitas Al Azhar. Di antaranya, peserta olimpiade Fisika, peserta Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), peserta debat bahasa Inggris, nilai tertinggi bahasa Arab di Darul Lughah, dan siswi terbaik tingkat SMA.

Di Mesir, ia aktif mengajar–khususnya di Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA)–mahasiswa baru beberapa kitab, mendapatkan nilai tinggi di setiap mata kuliah, dan menjadi pembicara di beberapa forum.

Beradaptasi dengan Budaya Mesir

Nurul bercerita budaya di Mesir sangat berbeda dengan Indonesia. Ia tetap berusaha menjadi diri sendiri dengan menyesuaikan beberapa hal yang perlu diubah. Awalnya, ia merasa kesulitan, namun seiring waktu mampu beradaptasi dan menerima budaya setempat.

“Tetap menjadi diri sendiri, akan saya ubah apa yang harus saya ubah, akan saya tetapkan hal yang sudah baik dalam diri saya, culture shock selama di sana mungkin makanannya hambar,” kata Nurul.

Rencana Masa Depan

Setelah menyelesaikan studinya di Al Azhar, Nurul bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan menulis beberapa buku, seperti Habiburrahman El Shirazy. Semangat dan prestasinya menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk terus berkarya dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.

Closing statement dari Nurul Zuhairah ada kutipan dalam kitab yang yang berjudul “Alhubbu fil Qur’anil Karim“.

“Ketahuilah bahwa Allah SWT menciptakan alam dan manusia dengan cinta dan karena cinta. Oleh karena itu, sebagai manusia, ketika kita menginginkan sesuatu seperti kuliah di luar negeri atau sesuatu yang terasa mustahil bagi kita, kita harus mencintai Pemilik Segala Cinta, yaitu Allah SWT. Ketika kita mencintai Allah SWT, maka kita akan memiliki kemauan dan cinta yang besar untuk mencapai apa yang kita inginkan, bahkan jika itu terlihat sulit. Oleh karena itu, bangunlah cinta dari dasarnya, yaitu cinta kepada Allah SWT,” ujar Nurul.[]

Laporan: Khairul Sani Umraiti

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya