Rabu, Juli 24, 2024

Hendry Ch Bangun Tanggapi...

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun menegaskan,...

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...

Ini Kata Abu Razak...

BANDA ACEH – Venue atau tempat pelaksanaan pertandingan 33 cabang olahraga wilayah Aceh...

DPMPPKB Aceh Utara dan...

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara diwakili Plt. Asisten I Sekda Dr....
BerandaBerita LhokseumawePapan Proyek DOKA...

Papan Proyek DOKA Ini Tanpa Nama Rekanan, Ketua DPRK Lhokseumawe: Apakah Dikerjakan Jin?

LHOKSEUMAWE – Ketua DPRK Lhokseumawe, Ismail, menyoroti proyek Penataan Pedestrian Kawasan Nelayan Gampong Jawa dan Hagu (Jagu) Kota Lhokseumawe bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2022 senilai Rp1,7 miliar lebih. Pasalnya, saat meninjau ke lapangan, Kamis, 24 November 2022 siang, Ismail menemukan papan proyek yang terpasang di lokasi itu tanpa nama perusahaan rekanan pelaksana.

“Di papan nama tidak ada nama perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut. Apakah paket itu dikerjakan oleh jin,” kata Ismail dalam pernyataannya dikirim kepada portalsatu.com via pesan WhatsApp, Kamis, malam.

Ismail kembali mengungkapkan hal itu saat dihubungi melalui telepon. “Kondisi di lapangan memang sedang dikerjakan. Tapi, yang sangat miris tidak ada nama perusahaan pada papan nama proyek. Apakah yang melaksanakan proyek itu jin? Kenapa takut menampakkan diri kepada masyarakat, padahal yang dikerjakan itu proyek untuk kepentingan masyarakat. Karena tidak ada nama perusahaan pelaksana pada papan proyek, berarti takut menampakkan diri, berarti jin,” ungkap politikus Partai Aceh itu.

Ketua DPRK itu juga mempertanyakan kenapa Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lhokseumawe membiarkan hal itu terjadi. “Kondisi tersebut menunjukkan pihak Dinas PUPR tidak mengontrol setiap pekerjaan di lapangan, ini sangat kita sayangkan. Jangan main-main dengan proyek untuk kepentingan masyarakat,” tegas Ismail.

Ismail mengingatkan Dinas PUPR melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara serius. “Dinas PUPR harus benar-benar mengawasi pekerjaan itu, jangan sampai dikerjakan cilet-cilet (asal-asalan),” ucapnya.

“Dan kita minta pekerjaan itu harus selesai tepat waktu, jangan sampai melampaui kontrak, dan harus sesuai spek atau RAB proyek. Dinas PUPR harus mengawasi secara ketat untuk memastikan kualitas proyek, karena nantinya hasil pekerjaan itu akan dinikmati oleh masyarakat termasuk nelayan,” kata Ismail yang turun ke lapangan bersama para anggota Komisi C DPRK Lhokseumawe.

[Foto: Istimewa]

Kepala Dinas PUPR Lhokseumawe, Safaruddin, dikonfirmasi via pesan WA, Kamis malam, mengapa tidak ada nama perusahaan rekanan pelaksana pada papan proyek tersebut, ia meminta portalsatu.com mengkonfirmasi Husni, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Karena, menurutnya, PPK yang lebih tahu pasti bagaimana pelaksanaan di lapangan.

“Terima kasih banyak, akan saya instruksikan rekanan untuk perbaikan papan nama,” kata Husni via pesan WA, Kamis malam.

Tender sempat gagal

Data dilihat portalsatu.com pada LPSE Lhokseumawe, tender proyek Penataan Pedestrian Kawasan Nelayan Gampong Jawa dan Hagu (Jagu) Kota Lhokseumawe (DOKA) TA 2022 itu sempat dinyatakan gagal.

Pagu Proyek tersebut Rp1.959.604.709, dan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) paket Rp1.959.233.000.

Mulanya proses tender dimulai pada 9 Juli dan jadwal penetapan pemenang, 26 Juli 2022. Namun tender kemudian dibatalkan dengan alasan: “Seluruh peserta terlibat persaingan usaha tidak sehat”.

Lalu, proyek tersebut ditender ulang sejak 23 Agustus. Penetapan pemenang pada 21 September 2022. Pemenang tender adalah CV Matang Koalisi beralamat di Banda Aceh, dengan harga penawaran dan harga terkoreksi Rp1.708.331.775,99. Penandatanganan kontrak sesuai jadwal dan tahapan pada 29 September – 10 Oktober 2022.

Data pada papan nama proyek itu tertulis jangka waktu pelaksanaan 70 hari kalender, dan berakhir pelaksanaan 28 Desember 2022.[](red)

Baca juga: