27.1 C
Banda Aceh
Senin, November 29, 2021

Pemilik Lahan di Waduk Keureuto Blokir Jalan, Larang Perusahaan Ambil Material

ACEH UTARA – Warga pemilik lahan di areal Waduk Krueng Keureuto Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, menggelar aksi protes dengan cara memblokir akses jalan, Kamis, 21 Oktober 2021. Batu ditumpuk di jalan agar truk milik perusahaan tidak dapat mengambil atau mengangkut material di lahan warga yang belum dibayarkan pemerintah

Tuntutan para pemlik lahan di kawasan itu masih sama, mendesak PT Brantas Abipraya untuk tidak mengambil material sebelum lahan milik warga dibayar pemerintah.

Saat aksi itu, warga pemilik lahan secara bergantian berorasi menyuarakan aspirasinya. Aksi tersebut turut dikawal aparat keamanan.

Salah seorang pemilik lahan di areal Waduk Keureuto, Saiful Azmi AB, mengatakan masyarakat meminta Balai Sungai Wilayah Sumatera-1 (BWS-1), BPN Aceh Utara, dan pihak terkait lainnya segera melakukan pembayaran ganti rugi tanah mereka.

“Kita meminta pemerintah segera membayarkan ganti rugi lahan masyarakat. Sebelum pemerintah membayarkan tanah kami, maka PT Brantas Abipraya jangan mengambil material di tanah kami. Bayar dulu, baru diambil,” kata Saiful Azmi AB.

Keuchik Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, Marzuki Abdullah, menyebutkan pihaknya selaku paratur gampong mempunyai harapan yang sama seperti pemilik lahan yang melakukan aksi tersebut.

“Kami juga mendesak pemerintah segera membayarkan tanah serta tanaman masyarakat. Karena itu merupakan harta dan hak mereka. Kami selaku aparatur Gampong Blang Pante sudah menyampaikan beberapa kali kepada pemerintah dalam hal ini pihak Balai Sungai Wilayah Sumatra-1, terkait pembayaran lahan warga,” ungkap Marzuki.

Marzuki berharap Kanwil BPN Provinsi Aceh, BPN Aceh Utara, dan unsur terkait lainnya segera menuntaskan pembayaran lahan dan tanaman masyarakat. Jika tidak, pihaknya khawatir akan terjadi konflik yang besar antara pemilik lahan dengan pemerintah. “Tentunya akan berimbas kepada pekerjaan konstruksi Waduk Keureuto di Aceh Utara, serta akan merugikan masyarakat pada umumnya”.

“Kami juga telah mengirim surat permohonan pembayaran tanah/tanaman masyarakat di areal pembangunan Waduk Krueng Keureuto, yang ditujukan kepada Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera-I Cq. PPK Pengadaan Lahan untuk areal pembangunan waduk,” ujar Marzuki.

Surat itu dengan tembusan kepada Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera-I di Banda Aceh, Kepala BPN Kantor Wilayah Provinsi Aceh, dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Aceh Utara.

Tembusan juga disampaikan kepada Bupati Kabupaten Aceh Utara, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Utara, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Aceh Utara, Kodim 0103 Aceh Utara, Camat Kecamatan Paya Bakong, dan Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Paya Bakong.

“Kami berharap untuk segera ditindaklanjuti surat itu demi keberlangsungan konstruksi PSN Waduk Keureuto di Aceh Utara,” ujar Marzuki.

Berdasarkan informasi diperoleh, sebelumnya masyarakat Gampong Plu Pakam, Kecamatan Tanah, Luas, Aceh Utara melalui kuasa hukumnya telah mengajukan kasasi terhadap putusan Pengadilan Tinggi Aceh Nomor: 85/PDT/2021/PT-BNA tanggal 23 September 2021, sebagai upaya perebutan hak atas tapal batas wilayah dengan Gampong Blang Pante Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara.

Hasil kajian dan pemetaan tim advokat serta konsultan hukum yang ditunjuk masyarakat telah mengajukan kasasi serta menyerahkan salinan memori kasasi ke Mahkamah Agung Republik Indonesia di Jakarta, 13 Oktober 2021 dengan Nomor Register: W1.U12/67/HK.02.2/X/2021.

Dalam memori permohonan kasasi atas perkara perdata tersebut, selain melawan Keuchik dan Tuha Peut Gampong Blang Pante, masyarakat Plu Pakam juga melawan Bupati Aceh Utara secara hukum. Warga Plu Pakam keberatan terhadap Putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh Nomor 85/PDT/2021/PT-BNA tanggal 23 September 2021.

Kepala BPN Aceh Utara, Erpendi, dikonfirmasi portalsatu.com, Jumat 22 Oktober 2021, mengatakan, untuk pembayaran lahan itu pihaknya menunggu putusan kasasi dulu.

“Warga Plu Pakam sebelumnya telah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Dalam proses hukum kan tidak boleh dilakukan pembayaran,” kata Erpendi.

Menurut Erpendi, apabila nanti sudah ada putusan selanjutnya, maka baru bisa dilakukan proses pembayaran ganti rugi lahan tersebut.[]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA POPULER

Terbaru

PAG Bantu Sembako Untuk Warga Usai Vaksin

LHOKSEUMAWE – PT Perta Arun Gas (PAG) membantu paket sembako 232 sak beras kepada...

Maulid Nabi Jalin Silaturahmi Masyarakat Aceh di Perantauan

JAKARTA - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi sebuah tradisi dalam menjalin silaturahmi masyarakat...

Wali Nanggroe: Peringatan Maulid Harus Menjadi Sarana Memperkuat Kebersamaan

  BANDA ACEH– Selain sebagai kegiatan keagamaan dan kebudayaan, peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW...

4 DPO Menyerah, Pengungkapan Kasus Penembakan Pos Pol Panton Reu Dinyatakan Tuntas

MEULABOH – Polda Aceh menyatakan pengungkapan kasus penembakan Pos Pol Panton Reu Polres Aceh...

Peringatan Maulid Nabi Bagian dari Khasanah Kebudayaan Aceh

  BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Al Haythar mengatakan,...

Pemko Subulussalam Saluran Beasiswa Rp 1,2 Miliar kepada 751 Mahasiswa

BeasiswaSUBULUSSALAM - Pemerintah Kota Subulussalam menyalurkan bantuan beasiswa sebesar Rp 1.200.000.000 kepada 751 mahasiswa...

Mahasiswa Unimal Ajari Warga Meuriya Bikin Sabun Cair

LHOKSUKON – Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Gampong...

Pemko Lhokseumawe Diminta Tinjau Kembali Larangan Budi Daya Ikan di Waduk Pusong

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe diminta untuk meninjau kembali larangan budi daya di...

Cisah Gelar Festival Budaya Rapai Pase Dimeriahkan 12 Grup di Aceh Utara

LHOKSUKON - Tim Center for Information of Samudra Pasai Heritage (Cisah) menggelar Festival Budaya...

Terlibat Korupsi Rp 723.726.767, Polres Subulussalam Tahan Mantan Kades Muara Batu-Batu

  SUBULUSSALAM - Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Subulussalam melakukan penahanan terhadap tersangka korupsi...

Mantan Kades di Subulussalam Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa

  SUBULUSSALAM - Mantan Kades Desa Muara Batu-Batu, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam inisial MS ditetapkan...

AJI dan LBH Pers Desak Polda Aceh Hentikan Penyidikan Kasus Jurnalis Bahrul

JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan LBH Pers mendesak Polda Aceh segera...

PT PIM Survei Kepuasan Lingkungan, Ini Tujuannya

DEWANTARA – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) melaksanakan Survei Kepuasan Lingkungan Tahun 2021 dengan...

Perpena CUP, Bintang: Bermain Sportif, Agar bisa Tampil Liga Pro Bersama Sadakata Klub

  SUBULUSSALAM - Sebanyak 27 tim berlaga dalam turnamen Futsal Persatuan Pemuda Penanggalan (Perpena) CUP...

Mahasiswa Unimal Ajarkan Cara Membuat Akun Sosmed Penjualan Online

BANDA ACEH - Pada era digitalisasi ini para pebisnis ramai melakukan jual beli melalui...

Cut Rani Auliza, Dara Aceh Rilis Single ‘Mate Rasa’

BANDA ACEH - Sempat vakum beberapa waktu lalu, Kini Cut Rani Auliza dara asal...

Mahasiswa KKN Latih Siswa SMP Membuat PPT

BANDA ACEH - Mahasiswa Universitas Malikussaleh Lhoksemawe sedang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di...

Buka Sidang Raya Majelis Tinggi, Ini Arahan Wali Nanggroe kepada Perangkat Lembaga

BANDA ACEH – Wali Nanggroe Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Al Haythar Aceh secara...

Lembaga Wali Nanggroe Aceh Gelar Sidang Raya Majelis Tinggi

BANDA ACEH – Lembaga Wali Nanggroe Aceh menggelar Sidang Raya Majelis Tinggi untuk membahas...

Team Blutax Offroad Gayo Lues Berikan Bantuan Kepada Keluarga Korban Longsor

BLANGKEJEREN - Anggota dan simpatisan Team Blutax Offroad Kabupaten Gayo Lues mengumpulkan sejumlah uang...