BerandaBerita Aceh UtaraPemkab Aceh Utara Beli Tujuh Mobil Dinas, Dua untuk Pimpinan DPRK

Pemkab Aceh Utara Beli Tujuh Mobil Dinas, Dua untuk Pimpinan DPRK

Populer

LHOKSUKON – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengalokasikan anggaran Rp4 miliar untuk pengadaan tujuh mobil dinas bersumber dari APBK Perubahan Tahun Anggaran 2022. Anggaran pengadaan lima mobil dinas pada Sekretariat Daerah (Setda) Rp2,8 miliar, dan dana pembelian dua kendaraan lainnya di Sekretariat DPRK (Setwan) Rp1,2 miliar.

Data diperoleh portalsatu.com, Senin, 14 November 2022, pengadaan lima mobil pada Setda Aceh Utara rinciannya: kendaraan dinas Kepala Daerah dengan pagu Rp620 juta, kendaraan dinas Sekretaris Daerah Rp595 juta, kendaraan dinas Asisten III dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Rp1,040 miliar (masing-masing Rp520 juta/unit), dan kendaraan dinas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rp545 juta. Total pagu pengadaan lima mobil dinas pada Setda Rp2,8 miliar (M). Sementara pengadaan dua kendaraan dinas pada Setwan Aceh Utara Rp1,2 M atau Rp600 juta/unit.

Pengadaan tujuh mobil dinas bersumber dari APBK-P Aceh Utara 2022 dengan pagu Rp4 M itu dilaksanakan melalui melalui e-Purchasing. E-Purchasing adalah tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik (e-Catalogue). Katalog elektronik ialah sistem informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis dan harga barang/jasa tertentu dari berbagai penyedia barang/jasa pemerintah.

“Pengadaan mobil dinas itu sedang dalam proses,” kata Sekda Aceh Utara, Dr. A. Murtala, M.Si., dikonfirmasi portalsatu.com melalui telepon, Senin (14/11).

Murtala menjelaskan pertimbangan Pemkab Aceh Utara mengadakan mobil dinas baru. “(Pertimbangan) pertama, selama dilantik sebagai Sekda sampai hari ini, saya masih menggunakan mobil eks-Kepala Bappeda, jenis Fortuner tahun 2017 kalau tidak salah,” katanya.

Pertimbangan kedua, kata Murtala, dirinya menyarankan pengadaan mobil dinas jenis Fortuner untuk Penjabat Bupati agar lebih mudah melintasi medan jalan saat turun ke lapangan. “(Pengadaan) mobil untuk Pak Pj. Bupati bukan keinginan beliau, tapi saya yang menyarankan, karena beliau rajin turun ke lapangan,” ujarnya.

Menurut Murtala, mobil Alphard yang merupakan kendaraan dinas Bupati Aceh Utara periode lalu tetap digunakan Pj. Bupati. Namun, untuk operasional lapangan terutama saat Pj. Bupati turun ke kawasan pedalaman, Sekda menilai kurang layak menggunakan Alphard. “Maka Pak Pj. Bupati saat turun ke lapangan, seperti ke Paya Bakong kemarin, memakai mobil dinas Katibul Wali (milik Pemerintah Aceh). Atas pertimbangan itu, saya sarankan kita beli mobil Fortuner untuk operasional beliau ke lapangan,” tuturnya.

Pertimbangan ketiga, kata Murtala, BPKD membutuhkan mobil operasional “pajak keliling” untuk “jemput bola” ke lapangan terkait upaya peningkatan PAD. Sehingga dilakukan pengadaan satu mobil dinas Kepala BPKD.

“Keempat, (pengadaan) kendaran untuk Kepala Dinas Pendidikan, karena mobil dinas yang selama ini digunakan sudah rusak akibat tertimpa pohon tumbang. Butuh mobil yang layak untuk operasional lapangan, karena lokasi sekolah di bawah Dinas Pendidikan berada dari ujung barat sampai ujung timur Aceh Utara yang sangat luas,” kata Murtala.

[Mobil dinas Kepala Dinas PK Aceh Utara tertimpa pohon tumbang. Foto: Ist]

Pertimbangan kelima, kata Murtala, Pemkab Aceh Utara sudah lama tidak melakukan pengadaan mobil dinas. “Mobil-mobil dinas yang digunakan saat ini merupakan hasil pengadaan sudah sangat lama, sehingga belakangan sering berada di bengkel, rusak karena faktor umurnya. Dan kalau dihitung-hitung lebih murah beli mobil baru dibandingkan biaya memperbaiki mobil sudah tua itu,” ujarnya.

Menurut Murtala, hasil pendataan pihaknya saat ini butuh 11 mobil baru, karena Dinas Pemuda Olaraga dan Pariwisata (Porapar), Dinas Penanaman Modal, dan beberapa dinas lainnya juga tidak memiliki kendaraan operasional yang layak. Sebelas mobil itu, menurutnya, belum termasuk mobil dinas para Camat.

“Tapi tidak mungkin kita beli 11 mobil bersamaan karena anggaran yang tersedia terbatas. Sehingga sesuai kemampuan anggaran pada Perubahan APBK 2022, di Setda dialokasikan pengadaan lima mobil, dan di Setwan dua mobil. Pengadaan dua mobil di Setwan itu untuk dua Pimpinan DPRK. Sebenarnya di Setwan perlu empat mobil dinas baru, karena Pimpinan DPRK empat orang, dan mobil yang digunakan selama ini hasil pengadaan sudah lama,” tambah Murtala.

Murtala mengatakan jika pengadaan mobil baru untuk Sekda sudah direalisasikan, nantinya kendaraan eks-Kepala Bappeda yang ia pakai selama ini akan diserahkan kepada dinas yang membutuhkan operasional lapangan. “Begitu juga mobil dinas lama Asisten III, mungkin nanti akan diserahkan ke Dinas Porapar yang saat ini tidak ada mobil,” ucapnya.

Sekda Aceh Utara itu menyebut pihaknya juga sedang membuat kajian soal sistem sewa mobil dinas. “Sedang kita kaji. Kalau memang hasil kajian lebih hemat, mungkin ke depan kita tidak lagi membeli mobil baru, tapi sistem sewa,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Jamaluddin, mengatakan selama ini ia menggunakan mobil dinas jenis Innova tahun 2015, yang sudah dipakai Kadis PK sebelumnya. “Mobil tersebut sudah sebulan berada di bengkel, kondisinya rusak berat akibat tertimpa pohon tumbang di halaman kantor kami,” kata dia dikonfirmasi lewat telepon, Senin (14/11).

Itulah sebabnya, kata Jamaluddin, ia mengusulkan mobil dinas baru. “Saya usulkan mobil Fortuner agar lebih mudah untuk operasional ke lapangan, terutama daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal). Karena sekolah-sekolah SD dan SMP di bawah Dinas PK Aceh Utara tersebar di 852 gampong. Sebagai perbandingan, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Cabang Aceh Utara (membawahi SMA) menggunakan mobil double cabin,” ujarnya.

Sekwan Aceh Utara, T. Safwansyah, mengatakan pagu pengadaan kendaraan dinas di Setwan Rp1,2 M untuk dua unit. Artinya Rp600 juta/unit. “Untuk Pimpinan (DPRK). Kalau untuk siapa, saya tidak tahu,” kata dia dikonfirmasi via pesan WhatsApp.[](red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya