ACEH UTARA – Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, telah menyerahkan santunan untuk ahli waris 270 jiwa korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Aceh Utara. Santunan duka itu diserahkan secara simbolis kepada Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon, Sabtu, 24 Januari 2026.

Total nilai santunan dari Kementerian Sosial (Kemensos) tersebut Rp4.050.000.000 untuk 270 ahli waris yang masing-masing mendapatkan Rp15 juta (270 x Rp15 juta = Rp4.050.000.000).

“Sesuai arahan Presiden RI, bagi keluarga yang meninggal dunia akibat bencana yang diberikan kepada ahli waris sebesar Rp15 juta per-KK. Diharapkan ini dapat meringankan beban keluarga ditinggalkan,” kata Mensos Saifullah Yusuf kepada wartawan, di Kantor Bupati Aceh Utara, Sabtu (24/1).

Baca: Mensos Serahkan Santunan untuk Ahli Waris Korban Meninggal Akibat Banjir Aceh Utara, Total Rp4 M Lebih

Informasi dirilis pada laman Kemensos juga disebutkan, Mensos Saifullah Yusuf menyerahkan santunan korban meninggal dunia akibat bencana banjir kepada 270 ahli waris di Aula Kantor Bupati Aceh Utara, Sabtu (24/1/2026).

Namun, sampai saat ini Pemkab Aceh Utara belum menjelaskan secara terbuka kepada publik mengenai data perincian 270 ahli waris korban meninggal dunia, yang menerima santunan dari Kemensos tersebut.

Data Diterima Plt. Sekda: 246 Jiwa Korban Meninggal

Plt. Sekda Aceh Utara, Jamaluddin, dikonfirmasi portalsatu.com/ via pesan WhatsApp (WA), Senin, 26 Januari 2026, sekitar pukul 15.50 WIB, mengirimkan Rekapitulasi Laporan Bencana Banjir dalam Kabupaten Aceh Utara, update: 24 Januari 2026, pukul 17.00 WIB.

Dalam rekapitulasi itu, jumlah korban meninggal sebanyak 246 jiwa. Terbanyak di Kecamatan Tanah Jambo Aye 55 jiwa; Baktiya 50 jiwa; Langkahan 41 jiwa; Muara Batu 30 jiwa; Baktiya Barat 12 jiwa; Samudera 10 jiwa; Dewantara 9 jiwa; Sawang 7 jiwa; Tanah Luas dan Seunuddon masing-masing 5 jiwa; Lhoksukon 4 jiwa; Matangkuli, Meurah Mulia dan Syamtalira Bayu masing-masing 3 jiwa; Banda Baro, Nisam, dan Paya Bakong masing-masing 2 jiwa; Kuta Makmur, Nisam Antara dan Tanah Pasir 1 jiwa. Total 246 jiwa.

Menjawab portalsatu.com/, sesuai data dalam rekapitulasi itu jumlah korban meninggal dunia akibat banjir di Aceh Utara 246 orang, Jamaluddin membenarkan. “Iya,” ucapnya.

Lihat pula: Jumlah Korban Meninggal Akibat Banjir Aceh Utara Melonjak dari 246 Menjadi 270 Orang

portalsatu.com/ juga mengkonfirmasi kembali Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli via pesan WA, sekitar pukul 16.58 WIB, terkait data riil korban meninggal dunia akibat banjir. Pasalnya, menurut data dikirim Plt. Sekda, jumlah korban meningggal 246 orang. Namun, hingga Senin malam (26/1), pukul 21.00 WIB, Muntasir belum merespons.

Sebelumnya, ketika dikonfirmasi pada Senin (26/1), pukul 12.12 WIB, Muntasir Ramli mengatakan, yang sudah disantuni 270 orang oleh Kemensos.

Saat diminta data terkini korban meninggal dunia, Muntasir tidak merespons. Namun, dia membenarkan sejauh ini jumlah korban meninggal dari 246 menjadi 270 orang.

Adapun data dilihat portalsatu.com/, Senin malam (26/1), pada Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara Tahun 2025 di Laman BNPB, berdasarkan Rekapitulasi Terdampak Bencana, total korban meninggal 1.201 jiwa. Terbanyak di Aceh Utara 246 jiwa.[]