LHOKSEUMAWE – Penjabat Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Imran, mewacanakan pembangunan rumah sakit milik pemerintah kota ini yang pekerjaannya dimulai tahun 2023. Direncanakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lhokseumawe akan dibangun di lapangan atau lahan terlantar milik pemko, di Jalan Tgk. Ahmad Kandang, Dusun Blang Gereubang, Gampong Meunasah Blang, Kandang, Kecamatan Muara Dua.
Lahan tersebut ditelantarkan rezim lama, era pemerintahan Wali Kota Suaidi Yahya, yang diduga gagal difungsikan untuk Lapangan Upacara Pemko Lhokseumawe setelah dibeli dengan menguras uang rakyat miliaran rupiah. Kondisi tribune (panggung) dan toilet di lapangan itu sekarang tampak rusak lantaran bertahun-tahun terbengkalai.
Gagasan Imran membangun RSUD Lhokseumawe di lahan tersebut disampaikan saat acara coffee morning dengan insan pers di Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Kamis, 8 September 2022.
Baca juga: Pj Wali Kota Lhokseumawe Minta Setop Beli Tanah untuk TPA, Maksimalkan yang Sudah Ada
Imran mengatakan ia sudah meminta dinas terkait segera membuat kajian tentang pembangunan RSUD Lhokseumawe di lahan tersebut. Pj. Wali Kota berharap pembangunan rumah sakit pelat merah itu dapat dimulai tahun 2023 sesuai kemampuan anggaran Pemko Lhokseumawe. Artinya, tidak menutup kemungkinan proses pembangunan RSUD akan memakan waktu lebih setahun.
“Misalnya, tahun 2023 dibangun lantai dasar dulu,” ucap Imran dalam diskusi dengan awak media yang dipandu Sekda Lhokseumawe, T. Adnan.
Dikonfirmasi kembali terkait rencana pembangunan RSUD Lhokseumawe di lapangan terlantar di Kandang, Imran membenarkan.
“Rencananya seperti itu, untuk mengoptimalkan aset yang tidak produktif,” kata Imran menjawab portalsatu.com/ via WhatsApp, Ahad, 11 September 2022.
Mantan Kepala Dinas Pertanahan yang juga eks-Kabag Pemerintahan Setda Lhokseumawe, Haris, mengaku tidak ingat secara persis luas lahan itu, tapi ia memperkirakan sekitar 2 hektare.
Sebagai perbandingan, kata Haris, Lapangan Hiraq Lhokseumawe sekitar 1,5 hektare. “Lahan di Kandang itu lebih luas dari Lapangan Hiraq,” kata Haris dihubungi portalsatu.com/, Ahad (11/9).
Haris menyebut lahan tersebut sudah bersertifikat. “Sudah ada. Saat dibeli langsung dibuat sertifikat tanah. Sehingga saat saya di (Dinas) Pertanahan tidak lagi mengajukan, karena sudah ada sertifikat,” ucap dia.

[Tumbuhan liar timbul di celah-celah keramik lantai tribune lapangan upacara di Gampong Meunasah Blang, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Foto direkam portalsatu.com/ pada Ahad, 11 September 2022]
Pon Pang: Alhamdulillah
Keuchik Gampong Meunasah Mee, tetangga Desa Meunasah Blang, Kandang, Saifuddin Yunus alias Pon Pang, mendukung program Pj. Wali Kota yang ingin membangun RSUD Lhokseumawe di lapangan yang sudah lama terlantar tersebut.
“Wacana Pj. Wali Kota membangun rumah sakit milik Pemko Lhokseumawe itu tidak salah. Itu langkah yang benar, kita dukung. Karena mengapa, daripada terbengkalai aset pemerintah, tidak difungsikan untuk lapangan upacara, tapi hanya untuk peurabe lumo (menggembalakan sapi). Sehingga bangunan-bangunan seperti tribun dan lain-lain, kita tidak tahu bagaimana itu sudah (kondisinya sekarang akibat lama terlantar),” ujar Pon Pang dihubungi portalsatu.com/, Ahad (11/9).
“Jadi, kalau Wali Kota hari ini punya itikad baik untuk membuat rumah sakit untuk masyarakat Kota Lhokseumawe, mau buat rumah sakit umum seperti (milik Pemkab Aceh Utara) di Buket Rata, kalau memang niat baik Wali Kota seperti itu, Alhamdulillah, kita bersyukur selaku masyarakat Kota Lhokseumawe. Karena masyarakat sudah kewalahan berobat ke rumah sakit-rumah sakit swasta yang ada di Kota Lhokseumawe,” kata mantan Ketua DPRK Lhokseumawe itu.
Informasi diperoleh portalsatu.com/, Pemkab Aceh Utara pernah menawarkan RSUD Cut Meutia di Buket Rata kepada Pemko Lhokseumawe. Namun, pemko menolak dengan alasan jika mengelola RSUD itu akan membebani anggaran daerah.
Sekda Aceh Utara, Dr. A. Murtala, dikonfirmasi via pesan WA, Ahad (11/9), membenarkan pemkab pernah menawarkan RSUD Cut Meutia (RSUCM) kepada pemko, tidak lama setelah terbentuk Kota Lhokseumawe tahun 2001, hasil pemekaran Kabupaten Aceh Utara.
“(Pemkab Aceh Utara sempat menawarkan RSUCM kepada Pemko Lhokseumawe) bersamaan dengan penyerahan Stadion Tunas Bangsa, saya lupa tahunnya,” ujar Murtala.
Dengan perkembangan sekarang, apakah Pemkab Aceh Utara masih mau menyerahkan RSUCM kepada Pemko Lhokseumawe, atau harus dibahas terlebih dahulu?
“Perlu bahas dulu, karena pernah ada wacana RSUCM mau dijadikan sebagai RS regional oleh Provinsi (Aceh),” kata Murtala.
Dikepung tumbuhan liar
Pemko Lhokseumawe sudah lama membeli lahan di Kandang, dan telah dibangun tribune upacara termasuk toilet pada periode pertama kepemimpinan Wali Kota Suaidi. Lapangan upacara tersebut direncanakan akan difungsikan sejak tahun 2017, tapi sampai sekarang tidak terwujud.
Pantauan portalsatu.com/, Ahad (11/9), lapangan yang sudah dipasang tiang bendera dan paving block itu tampak tertutup rumput tebal. Di beberapa titik, paving block sudah rusak.
Tribune dan toilet juga dikepung tumbuhan liar. Di celah-celah keramik pada lantai tribune, timbul banyak tumbuhan liar.
Di lantai tribune itu terlihat lima anjing sedang tidur. Anjing-anjing tersebut kemudian melompat, menggonggong, lalu lari meninggalkan lapangan tersebut.
Lihat pula: Berapa Duit Pengadaan Lapangan Upacara di Kandang?.[](nsy)








