Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaPNS Bodong Ini...

PNS Bodong Ini Tipu Lansia hingga Puluhan Juta

SIGLI — Pertualangan GR, 45 tahun, warga Geulumpang Baro, Kabupaten Pidie yang menyaru sebagai PNS gadungan untuk mengumpulkan uang dari masyarakat berakhir di tangan polisi. GR mengiming-imingi korban dengan bantuan dari pemerintah dan telah mengumpulkan puluhan juta rupiah sejak 2017.

GR berhasil dibekuk polisi Polres Pidie, Selasa, 3 April 2018 sekira pukul 19.00 WIB di rumahnya. Kini PNS Bodong bersama barang bukti aksi kejahatan diamankan di Polres Pidie guna mempertanggungjawabkan hasil kejahatannya.

Kasat Reskrim Polres Pidie, AKP Mahliadi kepada portalsatu.com, Jumat, 6 April 2018 mengatakan, kasus itu tergolong sulit diungkap karena pelaku melakukan aksinya sangat rapi, mangsanya perempuan lanjut usia. Polisi berhasil mengungkap berawal dari rekaman CCTV dari rumah masyarakat nomor plat kendaraan yang dipakai bersangkutan.

“Dari rekaman CCTV itu kita lakukan penulusuran tentang keberadaan pelaku serta sepak terjang pelaku. Hasil telusuran kita lakukan mengarah perempuan tersebut pelakunya hingga langsung kita amankan tanpa perlawanan,” katanya.

AKP Mahliadi mengatakan, dua unit sepeda motor jenis Scopy dan Vario yang digunakan saat operasi penipuan juga diamankan.

Menurut Kasat, aksi penipuan pelaku sudah dilakoni sejak awal 2017 silam dengan korban yang telah melapor lima orang dari berbagai tempat. Dari aksinya pelaku berhasil mengumpulkan 9 mayam emas serta belasan juta rupiah uang tunai.

Untuk meyakinkan mangsanya, pelaku menggunakan kostum PNS berlogo Setdakab Pidie dan memberi kabar korban mendapatkan bantuan baik dari pemerintah dan BUMN. Namun untuk mendapatakan hadiah pelaku meminta uang jaminan dari korban dengan jumlah bervariasi. Setelah berhasil mendapakan uang, pelaku langsung kabur meninggalkan korban di lokasi.

Kepada korban ada yang dijanjikan keluar gaji 13. Untuk mengurusnya dia minta uang jaminan Rp2 juta. Karena yakin korban pun rela mengeluarkan uang kepada pelaku tanpa ada kecurigaan. Korban ini adalah Maneh (70) warga Pulo Pante. Korban kedua Usmawati (60) warga Gampong Selatan Kecamatan Batee. Perempuan tua ini dijanjikan ada hadiah dari kantor Pos. Pelaku membawa korban ke kantor Pos dan meminta KTP serta uang Rp500 ribu. Korban diminta menunggu di luar sementara pelaku pura-pura masuk ke dalam kantor. Sesaat dia keluar lagi, kembali minta tambahan uang dari korban alasan tidak cukup. Korban pun menyerahkan dompet yang berisi uang Rp1,5 juta.

“Setelah dihitung pelaku ambil Rp1,3 juta lagi dan mengembalikan uang Rp200 ribu kepada korban sambil meninggalkan korban sendiran di lokasi,” imbuh Kasat.

Berikutnya T Maryam (70) warga Ceurih Kupula, Delima jadi korban pelaku dengan iming – iming keluar bantuan lansia Rp1,8 juta ditambah bantuan rumah Rp8,5 juta. Di sini dia juga minta jaminan pertama Rp500 ribu. Setelah dibawa ke bank, pelaku mengaku tidak cukup dan minta tambahan lagi pada korban. Karena tidak ada uang tunai, korban menyerahkan emas 7 mayam kepada pelaku. Tetapi lagi-lagi pelaku meninggalkan korban di lokasi dan langsung kabur.

Hal sama juga menimpa Saudah (40) warga Gampong Kubang Kecamatan Indrajaya. Kepada korban juga dikabarkan keluar bantuan rumah. Dari sini pelaku berhasil menggondol 2 mayam emas.

“Terakhir, 22 Maret 2018 korban Nuraini (70) warga Gampong Blang Kecamatan Simpang Tiga. Kepada korban ini pelaku mengatakan akan keluar dana PKH dan untuk mengurunsnya minta jaminan uang. Karena tida ada uang korban menyerahkan 2 mayam emas kepada pelaku tanpa kecurigaan,” imbuh Mahliadi.

Mahliadi mengatakan, untuk sementara korban yang telah melapor berjumlah 5 orang. Diperkirakan jumlahnya akan bertambah setelah kita lakukan pemeriksaan nantinya. “Kita sudah beritahukan kepada para korban untuk melaporkan kepada kantor polisi terdekat,” katanya.[]

Baca juga: