BANDA ACEH – Ketua Satgas SAR Aceh Timur, Abdul Musafir, mengungkapkan masih ada imigran etnis Rohingya asal Myanmar yang terombang-ambing di laut.

Hal itu disampaikannya berdasarkan informasi yang mereka dapatkan dari salah seorang dari lima imigran tersebut melalui etnis Rohingya yang sudah tinggal di Aceh Timur.

“Ada informasi yang kami dapatkan hanya sekedar menanyakan begitu saja, disampaikan bahwa masih ada imigran lainnya,” kata Abdul saat dikonfirmasi, Jumat, 6 April 2018.

Abdul menyampaikan, pihaknya belum bisa mendapatkan informasi lebih dari para imigran asal Myanmar itu. Namun menurut keterangan, ada sebanyak 30 orang (termasuk 5 orang yang terdampar) warga etnis Rohingya yang kabur dari negara asalnya.

“Lebih kurang sebanyak 30 orang (berdasarkan keterangan),” ujarnya.

“Kita belum bisa memberikan informasi lebih selain 5 orang ini, karena belum ada informasi. Kurang lebih informasinya seperti itulah,” ujarnya lagi.

Ketua Satgas SAR Aceh Timur itu mengungkapkan, para imigran ini dipastikan berangkat bukan dengan satu kapal saja.

“Tetapi mereka bukan berangkat dengan satu perahu, tapi banyak,” ungkap Abdul.

Sebelumnya diberitakan, 5 orang imigran asal Myanmar etnis Rohingya terdampar di perairan Indonesia dan pertama kali ditemukan oleh Kapal Motor Karunia King pada Senin (5/4) sekira pukul 20.30 WIB.

Kelima imigran itu terdiri dari tiga laki-laki yakni Mursyidik (28), M Ilyas (33), Kamal Husen (8), serta dua perempuan, yaitu Syamimah (15) dan Mominah (20).

Informasi yang beredar dikatakan bahwa awalnya para imigran berjumlah 10 orang dengan menggunakan sampan (perahu tanpa mesin). Namun 5 di antaranya telah meninggal karena kekurangan makanan dan dibuang ke laut.

Hingga berita ini disiarkan, belum diketahui apa penyebab 5 imigran asal Myanmar itu berlayar dengan menggunakan perahu.[]