BerandaBerita Aceh UtaraPolisi Tangkap Lima Tersangka Kasus Perdagangan Orang di Lhoksukon

Polisi Tangkap Lima Tersangka Kasus Perdagangan Orang di Lhoksukon

Populer

ACEH UTARA – Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Utara menangkap lima tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), di dua lokasi berbeda dalam kawasan Kecamatan Lhoksukon.

Kelima tersangka itu berinisial RL (32/mucikari), IK (17/penyedia tempat), AN (26), FR (29), dan MZ (49), ketiganya disebut sebagai pemain. Para tersangka itu semuanya warga Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Deden Heksaputera, melalui Kasat Reskrim, AKP Agus Riwayanto Diputra, saat konferensi pers di Mapolres, Rabu,19 Juli 2023, mengatakan kasus TPPO itu terkait eksploitasi anak di bawah umur yang terjadi sejak Desember 2022 hingga April 2023.

Menurut Agus, kasus itu terungkap setelah adanya pengaduan masyarakat pada 5 Juli 2023 dan hasil penyelidikan pihaknya. Sehingga petugas berhasil menangkap kelima tersangka tersebut, 5 Juli 2023. Salah satu tersangka merupakan anak di bawah umur yang berperan sebagai penyedia tempat untuk persetubuhan.

Agus menjelaskan
tersangka RL, berperan sebagai mucikari telah mengeksploitasi korban, NS, anak di bawah umur, dengan cara menawarkan kepada tiga tersangka lainnya. RL juga berkomunikasi dengan IK untuk menyediakan tempat persetubuhan. Hasil penyelidikan diketahui setiap kali persetubuhan tersangka dengan korban diberikan uang Rp200 ribu hingga Rp600 ribu. Lalu korban memberikan uang kepada penyedia tempat Rp50 ribu.

Agus menyebut berdasarkan keterangan dari tiga tersangka, ada delapan pelaku lainnya yang tidak lagi menetap di Lhoksukon, dan pihaknya masih melakukan pengejaran.

“Dalam kasus tersebut, NS sebagai korban eksploitasi. Kemudian, tim langsung memberitahukan ibu kandung korban berinisial SF tentang hal itu. Selama ini ibu korban hanya mengetahui anaknya bekerja di sebuah kafe. Karena merasa dibohongi anaknya, ibunya langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Aceh Utara. Karena NS masih di bawah umur maka kita hanya menganggap dia sebagai korban,” ujar Agus.

Agus menambahkan para tersangka dikenakan Pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Sub Pasal 296 KUHP, serta Pasal 50 jo Pasal 47 jo Pasal 34 jo Pasal 33 Ayat 3 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

“Terhadap tersangka AN, FR, MZ diancam dengan hukuman penjara 200 bulan. Sedangkan tersangka RL dan IK diancam 100 bulan penjara,” ujar Agus.

Tersangka AN kepada wartawan mengaku ia memanfaatkan korban dengan mengiming-imingkan sejumlah uang agar korban mau berhubungan intim dengannya.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya