Senin, Juni 24, 2024

HUT Ke-50 Aceh Tenggara,...

KUTACANE - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Tenggara membuka stan pelayanan...

Atlet KONI Aceh Rebut...

BANDA ACEH - Prestasi mengesankan ditoreh atlet binaan KONI Aceh yang dipersiapkan untuk...

Realisasi Pendapatan Asli Aceh...

BANDA ACEH - Realisasi Pendapatan Asli Aceh (PAA) tahun 2019-2023 melampaui target. Akan...

Judi Online: Antara Frustasi...

Oleh: Muhammad Syahrial Razali Ibrahim, Dosen Fakultas Syariah IAIN LhokseumawePemberitaan judi online akhir-akhir...
BerandaBerita Banda AcehProf. Nirzalin-Dr. Masrizal...

Prof. Nirzalin-Dr. Masrizal Pimpin Ikatan Sosiologi Indonesia Aceh

BANDA ACEH – Prof. Dr. Nirzalin dan Dr. Masrizal, M.A., terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris Jenderal Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Aceh periode 2023-2027 dalam Musyawarah Besar (Mubes) digelar secara daring, Rabu, 19 Juli 2023.

Mubes ISI Aceh mengusung tema “Bersinergi, Berkolaborasi, Bergerak Dinamis dan Profesional dalam Kepengurusan”, ini diikuti para Sosiolog dari Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Malikussaleh (Unimal), UIN Ar-Raniry, Universitas Teuku Umar (UTU), dan Universitas Iskandar Muda (Unida).

Ketua panitia, Dr. Masrizal, S.Sos.I., M.A., dalam sambutannya mengatakan momentum Tahun Baru Hijriah 1445 menambah semangat para sosiolog mengikuti Mubes ISI Aceh. Dia berharap sinergitas para Sosiolog di Aceh akan menjadikan daerah ini ke depan menjadi lebih baik.

Masrizal juga mengucapkan selamat kepada tiga Sosiolog Universitas Malikussalaeh yang beberapa hari lalu telah dikukuhkan menjadi Guru Besar Sosiologi di hadapan Sidang Senat Terbuka Unimal. Yakni, Dr. Nirzalin, M.Si., Dr. Suadi, M.Si., dan Dr. Saifuddin.

Sosiolog senior Aceh, Dr. Otto Syamsuddin Ishak, dalam sambutannya menyampaikan Mubes ISI Aceh ini kesempatan bagi para Sarjana Sosiologi untuk berkolaborasi sesuai dengan tema diusung. “Harapan saya, ISI Aceh dapat bersinergi untuk mengembangkan keilmuwan kekhasan Aceh, seperti apa itu sosiologi Aceh, di mana kiprahnya harus sesuai dengan konteks sekarang”.

“Tantangan sosiolog kini ialah membangun Aceh ke depan agar mampu memberikan pemecahan masalah yang ada di Indonesia umumnya, dan Aceh khususnya. Seperti problem stunting, kemiskinan, dan lainnnya, termasuk memperkuat sustainability perdamaian di Aceh akibat konflik yang berkepanjangan tempo lalu,” ujar Otto Syamsuddin Ishak.

Mubes ISI Aceh dibuka oleh Sekjend ISI pusat, Dr. Arie Sujito. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa bangganya atas terlaksananya Mubes ini. Ia berharap Sosiolog Aceh agar mampu berperan lebih strategis, memiliki dorongan untuk memecahkan problem teka-teki bangsa.

“Di samping itu, bagi para Sosiolog Aceh agar mampu menuangkan keilmuwannya dalam bentuk edukasi kepada masyarakat. Tidak hanya di perguruan tinggi, intelektual bisa tersebar di semua tempat. ISI bukan hanya formalitas. Komitmennya dibentuk agar menghimpun intelektual untuk membangun daerah dengan humanisme,” tutur Arie Sujito.

Acara dilanjutkan dengan pemilihan pengurus baru ISI Aceh untuk empat tahun ke depan. Dinamika pemilihan berlangsung hangat mengedepankan mufakat dan musyawarah. Hasilnya, Prof. Dr. Nirzalin, M.Si., Dosen/Sosiolog dari Universitas Malikussaleh terpilih sebagai Ketua, dan Dr. Masrizal, M.A., Sosiolog Universitas Syiah Kuala terpilih menjadi Sekretaris Jenderal ISI Aceh periode 2023-2027.

Prof. Nirzalin dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas atensi para Sosiolog Aech. “Ini merupakan dorongan untuk menggerakkan ISI dalam kondisi baru dari berbagai aspek. Dengan semangat kita bersama, mudah-mudahan dapat membuat eksistensi ISI Aceh menjadi terhormat. Visi ke depan ialah mampu berpartisipasi membangun networking dengan stakeholder Pemerintah Aceh untuk pembangunan dan perdamaian berkelanjutan di Aceh dengan semangat bersinergi,” ujarnya.

Turut hadir dalam Mubes ini, Sekjen ISI pusat Dr. Arie Sujito, Wasekjend ISI Dr. Iqbal Latief, dan perwakilan dari masing-masing kampus kebanggaan rakyat Aceh.[](ril)

Baca juga: