PEKANBARU Personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menembak oknum anggota Polres Bengkalis, Riau berinisial HN yang menjadi bandar narkoba. HN yang berpangkat brigadir tewas setelah timah panas bersarang di dadanya tiga kali.
Dikutip dari sindonews.com, Kamis, 8 Juni 2017, pihak Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menyatakan terpaksa menembak Brigadir HN karena melawan ketika disergap di Pelabuhan Roro Bengkalis, Rabu (kemarin) pagi. Jenazah HN kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara Polda Riau di Pekanbaru.
Kapolda Riau Irjen Zulkarnain menegaskan, dari tangan Brigadir HN, disita barang bukti tujuh kilogram sabu, 4.000 butir ekstasi jenis happy five. “Walau pun dia anggota, saya akan tindak tegas oknum polisi yang terlibat narkoba,” ucap Zulkarnain saat jumpa pers di Pekanbaru.
Zulkarnain kemudian mengungjungi jenazah HN di kamar mayat Rumah Sakit Bayangkara Pekanbaru. “Brigadir HN ini anggota yang sudah lima bulan disersi alias tidak masuk dinas,” pungkasnya.
Jaringan narkoba
Sebelumnya, polisi juga mengamankan wanita berinisial MN, 33 tahun, di Kota Dumai, Riau karena membawa sabu 2 Kg. Menurut Kapolda Riau Zulkarnain, antara Brigadir HN dan MN adalah satu jaringan narkoba. MN disebut sebagai 'kaki tangan' HN.
“Tersangka yang di Dumai itu beli narkoba dari Brigadir Hen beberapa waktu lalu. Ini terungkap dari dari pesan singkat di handpone tersangka,” ucap Zulkarnain, dikutip sindonews.com.
MN, ibu rumah tangga ini ditangkap saat hendak mengirim 2 Kg sabu ke Palembang, Sumatera Selatan. Kapolresta Dumai AKBP Donald Happy Ginting menjelaskan, MN ditangkap di wilayah Bukit Kapur. “Tersangka ditangkap di dalam bus ALS,” ujarnya.
Dari barang bawaan milik MN, ditemukan tas warna ungu yang berisi 2 Kg sabu. Tersangka lantas dibawa ke Mapolresta Dumai. “Penangkapan ini melibatkan tim dari Polda Riau,” kata Donald.[](*/idg)



