TAKENGON Aktivis pemuda Gayo Merdeka memprotes kebijakan Gubernur-Wakil Gubernur Aceh terpilih Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah terkait tim penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA). Pasalnya, dalam tim tersebut disebut tidak ada perwakilan masyarakat suku Gayo.
Bagaimana mungkin wilayah tengah ini akan diperhatikan jika dari penyusunan RPJM saja, Gayo sudah tidak diikutsertakan, kata Waladan Yoga, aktivis pemuda Gayo Merdeka kepada portalsatu.com, usai rapat terbuka di Takengon, Rabu, 7 Juni 2017, malam.
Aktivis pemuda Gayo Merdeka kembali menggelar rapat terbuka bersama sejumlah tokoh wilayah tengah Aceh, di salah satu kafe di Takengon, membahas kebijakan Irwandi-Nova terkait tim penyusunan RPJMA tersebut. Dalam rapat itu, aktivis pemuda Gayo Merdeka menyatakan akan melakukan aksi protes secara besar-besaran jika Irwandi-Nova tidak merombak tim penyusunan RPJMA.
Jika tim RPJM ini terus dipertahankan dan tanpa keterwakilan tokoh wilayah tengah, berarti ke depan akan ada aksi besar-besaran, ini demi identitas Gayo, ujar Waladan Yoga.
Pasalnya, menurut Waladan Yoga, kebijakan IrwandiNova terkait tim penyusunan RPJMA itu telah melukai hati rakyat Gayo. Padahal, kata dia, pasangan calon nomor urut enam dalam Pilkada Aceh 15 Februari lalu itu, menang telak di wilayah tengah Aceh.
Artinya, kata Waladan, masayrakat Gayo telah memberi kepercayaan penuh kepada Irwandi-Nova untuk membangun Aceh lima tahun ke depan secara adil dan merata tanpa ada daerah yang dianaktirikan.[]


