BerandaBerita Aceh UtaraPPK: Proyek Jembatan Gantung Sarah Raja-Sarah Gala Sudah Diputuskan Kontrak

PPK: Proyek Jembatan Gantung Sarah Raja-Sarah Gala Sudah Diputuskan Kontrak

Populer

BANDA ACEH – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Aceh Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Cut Vera Diana, S.T., M.T., menyatakan pihaknya sudah memutuskan kontrak dengan kontraktor pelaksana jembatan gantung Sarah Raja, Lubok Pusaka, Aceh Utara–Sarah Gala, Sah Raja, Aceh Timur. Pasalnya, pihak rekanan yakni CV Pulo Tanjoeng, mengaku tidak sanggup lagi melanjutkan pekerjaan bersumber dari APBN tahun 2022 tersebut.

“Penyebabnya karena kondisi alam yang sangat berat untuk menuju ke sana, belum ada akses jalan yang memudahkan untuk mengangkut material, terutama rangka baja jembatan yang panjanganya mencapai 120 meter. Tukang/pekerja juga banyak yang menyerah, sulit untuk mencari pekerja yang mau bekerja di sana. Kondisi force majeure juga sering terjadi, yaitu banjir (sungai meluap), sehingga menghambat pekerjaan,” kata Cut Vera Diana dalam keterangan diterima portalsatu.com, Kamis, 23 Februari 2023.

Baca juga: Proyek Jembatan Gantung Sarah Raja-Sarah Gala Diduga Mangkrak

Cut Vera menyebut kondisi alam yang cukup ekstrem menyulitkan para tukang untuk mencapai lokasi pekerjaan. Alat berat (beko) dan peralatan lain juga kesulitan untuk menuju ke sana. Hal ini menjadi kendala bagi rekanan dalam menyelesaikan proyek jembatan gantung, sehingga mereka akhirnya “menyerah” dan mengaku tidak mampu melanjutkan pekerjaan tersebut.

Menurut Cut Vera, sebelum dilakukan pemutusan kontrak terlebih dahulu digelar rapat SCM/rapat pembuktian kegiatan di lapangan. Setelah dilakukan uji coba tingkat I (periode 13 Oktober 2022 sampai 25 Oktober) ternyata rekanan gagal untuk memenuhi target rencana yang telah disepakati. Setelah dilakukan uji coba tingkat II (periode 27 Oktober sampai 8 November 2022) ternyata kontraktor gagal untuk memenuhi target rencana yang telah disepakati. Uji coba tingkat III tidak dilakukan lagi karena target untuk menyelesaikan pekerjaan kurang mampu.

“Dengan diadakan SCM terhadap progres yang tertinggal cukup jauh dan diperkirakan tidak akan siap, maka dilakukan pemutusan kontrak (CV Pulo Tanjoeng) dengan nilai kontrak Rp3,2 miliar, yang semula jadwalnya pekerjaannya dari 30 Maret 2022 sampai 6 Desember 2022, atau selama 240 hari, dengan nomor kontrak HK.02.03 /Bb1.PJN.I /11/APBN/2022 tertanggal 29 Maret 2022,” kata Cut Vera.

Lihat pula: Ini Tanggapan Anggota DPR RI Soal Proyek Jembatan Gantung Sarah Raja-Sarah Gala Mangkrak

Cut Vera menyatakan nantinya setelah dilakukan audit oleh BPKP, maka pihaknya akan segera memprogramkan kembali pembangunan jembatan gantung itu. “Dimulai dengan melakukan survei ulang, atau dilakukan perencanaan ulang. Insya Allah, jika audit BPKP cepat selesainya, tahun ini juga akan kita programkan kembali pembangunan jembatan gantung itu,” ujarnya.

Cut Vera menambahkan kondisi terkini yang telah dilakukan di areal pembangunan jembatan adalah land clearing berupa pembersihan lahan untuk akses jalan menuju ke sana sekitar 800 meter, sehingga lebih memudahkan mobilisasi peralatan kerja dan bahan-bahan material bangunan. Sementara pihak rekanan sudah membangun fondasi dasar jembatan.

“Kita berharap masyarakat setempat dapat bersabar dan berdoa, serta terus memberikan dukungan kepada kami untuk melanjutkan pembangunan jembatan ini. Kami akan berbuat maksimal dan bekerja keras dengan berbagai upaya agar jembatan ini dapat terealisasi. Saya sudah beberapa kali ke lokasi di Dusun Sarah Raja, Desa Lubok Pusaka melalui Dusun Bidari, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Pertama kali saya ke lokasi harus menyeberang beberapa sungai yang tidak ada jembatannya dan harus menerobos hutan yang belum ada jalan akses ke titik lokasi sejauh 800 meter,” ungkap Cut Vera Diana.[](ril)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya