BANDA ACEH – Ketua Umum Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk H. Muhammad Yusuf A. Wahab menyambut positif ditunjuknya putra Aceh, Nezar Patria sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Ulama yang akrab disapa Tu Sop Jeunieb ini menilai, penunjukan Nezar ini adalah indikasi bahwa Presiden Jokowi punya perhatian untuk Aceh. Bahwa Jokowi tdk anti Aceh dimana beliau pernah tinggal disini.

Tu Sop mengatakan bahwa merupakan nilai plus bagi Aceh apabila seorang presiden memiliki perhatian pada orang Aceh.

“Kita mengambil hikmah dan inspirasi bahwa itu termasuk bukti orang Aceh masih diterima dan direspon di tingkat nasional,” ujar Tu Sop yang juga Pimpinan Dayah Babussalam Al-Aziziyah Bireuen ini, Selasa, 18 Juli 2023.

Tu Sop juga melanjutkan, harapan kita supaya pola pikir kita dalam komunikasi dan interaksi politik kita semakin piawai dan bijaksana sehingga kita bisa diterima di tingkat nasional tidak terhenit pada Bapak Nezar saja, tidak pada wkil menteri saja, masih banyak putra putri Aceh yang laen punya kapasitas di tingkat nasional.

Sebab, kata Tu Sop, persatuan dan kesatuan dalam negara yang majemuk ini butuh sikap saling menerima. Kalau kita mau diterima maka kita harus menerima. Kalau kita perlu dihargai maka kita harus menghargai dalam batas-batas tidak melangkahi nilai-nilai kebaikan. Harus bijaksana dalam pergaulan dunia apalagi dalam sebuah bangsa yang besar ini.

“Dan hari ini kita harus ambil iktibar bagaimana Ke depan kita mesti memiliki sikap yg bijaksana dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan elit-elit nasional dan dengan siapapun lainnya,” katanya.

Tu Sop juga menerangkan bahwa sesungguhnya Allah sendiri menciptakan kita bersuku suku dan berbangsa-bangsa itu makna sebenarnya adalah tugas kita untuk harmonisasi dalam membangun persoudaraan untk saling bantu dan tolong menolong.

Karena komunikasi dan interaksi yg baik itu, kata Tu Sop, merupakan kekuatan dan bargaining untuk saling melakukan distribusi kebaikan kepada sesama.

Harapan Tu Sop untuk Nezar

Tu Sop Jeunieb juga mengungkapkan harapannya agar Nezar betul-betul dapat memahami bahwa posisinya sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika sangatlah strategis untuk kemajuan bangsa. Kerena semua hal yang baik kemajuan itu berangkat dari informasi dan komunikasi yang baik dan benar.

“Karena semua manusia aktifitasnya yang paling dominan itu adalah komunikasi dan informasi. Jika gagal dalam komunikasi dan informasi ini maka akan gagal segala-gagalnya. Begitu juga sebaliknya jika berhasil maka akan memberikan kekuatan kebaikan yang besar bagi bangsa dan negara,” urai Tu Sop.

Tu Sop menjelaskan, bahwa maju mundurnya sebuah bangsa sangat ditentukan oleh informasi dan komunikasi. Karena inilah yang membentuk karakter bangsa. Komunikasi dan informasi yang keliru, kata Tu Sop akan menjadi masalah bagi bangsa. Dan sebaliknya jika dikelola dg baik akan menjadi sumber kemajuan bangsa

Secara lebih spesifik, Tu Sop juga berharap agar Nezar Patria dapat memperhatikan Aceh dengan memperkuat infrastruktur dan fasilitas untuk akses informasi bagi Aceh, bagaimana mengelola media-media informasi yang menjadi sumber informasi agar bisa berfungsi untuk memperbaiki keadaan bangsa, menjadi solusi bagi masalah-masalah yang ada.

Harapan Tu Sop agar Nezar berada di tingkat nasional sebagai representatif dan kebanggaan masyarakat Aceh. Kesuksesan Nezar dalam posisi sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informasi akan membuat promosi bagi orang-orang Aceh.

“Dia berbuat untuk nasional itu akan sekaligus menjadi ajang promosi untuk Aceh. Dan sy sendiri sangat senang dengan kehadiran Nezar sebagai Wakil Menteri Kominfo karena kapasitasnya yg mumpuni,” puji Tu Sop.

Terakhir, Tu Sop juga mendo’akan mudah-mudahan kesuksesan bagi Nezar di dunia dan akhirat, untuk Aceh dan utk bangsa Indonesia.

“Semoga kebaikan-kebaikan yang akan dikerjakan beliau sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika dapat menjadi amal jariyah bagi beliau. Amiin,” tutup Tu Sop.(rilis)