TAPAKTUAN – Environmental and Forestry Advisor PT. Trinusa Energi Indonesia, Ir. Nur Hidayat menyatakan, musibah tewasnya tiga anggota tim study survei akibat terseret arus sungai Alue Buloh, puncak gunung Desa Jambo Papeun, Kecamatan Meukek tidak menghambat proses pekerjaan pembangunan PLTA Kluet 1.

“Proses pekerjaan tetap kita lanjutkan sebab kita tidak melakukan pelanggaran hukum. Kejadian ini hanya musibah yang datang secara tiba-tiba tanpa kita prediksi sebelumnya. Jadi sama sekali tidak terpengaruh dengan proses pekerjaan proyek di lapangan,” kata Nur Hidayat dihubungi dari Tapaktuan, Selasa, 3 Januari 2017.

Menurutnya, pihak PT. Trinusa Energy Indonesia tetap bertanggung jawab penuh terhadap para pekerja yang menjadi korban dalam musibah tersebut. Bentuk tanggung jawab itu, kata dia, selain menyediakan anggaran selama proses pencarian korban hilang termasuk kebutuhan dalam proses evakuasi dua jenazah warga asal Bandung, Jawa Barat yang telah berhasil ditemukan sampai biaya pemberangkatan jenazah tersebut ke kampung halamannya masing-masing.

“Alhamdulillah pihak keluarga korban dengan difasilitasi pihak perusahaan telah memulangkan dua jenazah masing-masing atas nama Syarif Basarah dan Testa Muhammad Abduh dari Aceh Selatan ke Bandung, Jawa Barat. Dari Aceh Selatan kedua jenazah tersebut dibawa menggunakan mobil ambulans ke Bandara Kualanamu Sumatera Utara. Kemudian dari Kualanamu jenazah diterbangkan menggunakan pesawat ke Bandung,” jelasnya.

Nur Hidayat menyebut tanggung jawab perusahaan juga diwujudkan dalam bentuk pemberian uang santunan terhadap masing-masing keluarga korban baik dua orang yang berasal dari Bandung, Jawa Barat maupun satu orang lagi yang jenazahnya sampai saat ini belum ditemukan yakni Muktar Yuli asal Desa Jambo Papeun, Meukek. “Pihak perusahaan juga akan memberikan uang santunan kepada korban meninggal dunia,” sebutnya.

Namun, ketika ditanya berapa besaran uang santunan yang akan diberikan kepada masing-masing korban, Nur Hidayat tidak bersedia menyebutkan dengan alasan hal itu menjadi kebijakan langsung pihak perusahaan.

Penegasan sama disampaikan salah seorang staf PT. Trinusa Energy Indonesia, Sayid dalam pertemuan dengan Kepala Desa Jambo Papeun, Ubat NY disaksikan tokoh masyarakat dan pemuda setempat, Senin, 2 Januari 2017. Hal itu disampaikan sekaligus meminta pamit hendak kembali ke Jakarta untuk melaporkan musibah yang menimpa pekerja kepada pimpinan PT. Trinusa Energi.

“Rencananya saya besok (Selasa) akan kembali ke Jakarta, karena masih ada tanggung jawab yang harus saya selesaikan di sana. Insya Allah, kami akan bertanggung jawab atas kejadian ini,” tuturnya, kemarin.

Sayid didampingi Project Manager PT. Trinusa Energi Indonesia, Luthfi Naufal mengatakan, kegiatan studi survei PLTA di Gunung Pucuk Kluet yang mendapat dukungan dari Bupati Aceh Selatan H.T. Sama Indra, S.H., tetap akan dilanjutkan kembali.

“Awalnya Bapak Bupati mengatakan tidak apa-apa maka saya semangat sekali untuk melakukan studi survei yang sekarang masih tahap pengeboran. Namun, lokasinya tidak semudah kita bayangkan,” tuturnya.

Ia mengaku shok atas kejadian yang menimpa pekerja, terlebih salah satu korban yang ditemukan meninggal dunia asal Bandung tersebut baru tiga bulan ikut bergabung dalam tim studi survei. Apalagi yang bersangkutan merupakan seorang pekerja yang bisa diandalkan.

“Atas kehilangan dia, pekerjaan dilokasi terpaksa dimulai dari awal lagi.  Saya merasa sangat kehilangan, baru tiga bulan ia  ikut bersama kami,” ujarnya.

Sayid melanjutkan, melihat kondisi masyarakat Desa Jambo Papeun yang ikhlas menerima musibah itu membuat pihaknya tetap semangat untuk melanjutkan pekerjaan di lokasi. Bahkan untuk meyakinkan masyarakat setempat, Project Manager PT. Trinusa Energi Indonesia, Luthfi Naufal tetap tinggal di Desa Jambo Papeun, Meukek, untuk sementara waktu.[]

Laporan Hendrik