Buat Herawati
Karya: Zahraini ZA
Riuh riang hati secarik panas akan menjemputmu
Tak tersaung juga apa gerangan bisikan
Kabar itu air mata mundur
saat-saat terakhir di garis panggung sekolah kita
Oh, aku bahagia, kampungku.
Sabang ingin melihat gerai rambutku, katamu.
Tak hilang oleh waktu kata ceriamu
Lambai terakhir seiring desir angin Pelabuhan Malahayati
Herawati
19 Januari 1996
Tawamu, tangismu berakhir di Balohan Sabang
bersama mimpi-mimpimu yang panjang
Cahaya-cahaya biru
dua puluh tahun berlalu
suka duka datang dan pergi
ceritamu bersama Gurita harapan
seperti suluh-suluh pengisi zaman.
Banda Aceh, 19 Januari 2016
CATATAN: Puisi ini dipersembahkan untuk Herawati, teman dekat penulis semasa sekolah, yang ikut tenggelam bersama KMP Gurita, di Selat Sabang, 19 Januari 1996.
Herawati tinggal bersama neneknya di Banda Aceh. Ayah dan ibunya -berasal dari Lampuuk, Aceh Besar- bekerja di Sabang. Waktu itu Herawati pulang ke Sabang sendiri, tidak ditemani keluarganya.
*Zahraini ZA, Dosen STKIP BBG Banda Aceh, Desainer Busana Muslimah Butik Az-Zahra







