Senin, Juni 24, 2024

Dosen UBBG Lulus Seleksi...

BANDA ACEH - Tidak hanya mahasiswa, dosen UBBG juga berprestasi. Adakah Dr. Zahraini,...

34 Tim Futsal Berlaga...

SIGLI – Sebanyak 34 tim se-Aceh berlaga untuk memperebutkan gelar juara Piala Ketua...

All New Honda BeAT...

BANDA ACEH - Sehubungan dengan peluncuran All New Honda BeAT series terbaru oleh...

Kapolri Luncurkan Digitalisasi Perizinan...

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meluncurkan sistem online single...
BerandaBerita LhokseumaweRapat Penetapan Calon...

Rapat Penetapan Calon Anggota KIP Lhokseumawe Diwarnai “Walk Out” Dua Anggota Komisi A, Begini Ceritanya

LHOKSEUMAWE – Rapat proses penetapan calon anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Lhokseumawe periode 2023-2028 oleh tim Komisi A DPRK Lhokseumawe diwarnai aksi walk out Sekretaris Komisi A dan salah satu anggota Komisi itu. Keduanya meninggalkan Ruangan Panleg DPRK, tempat berlangsungnya pertemuan tim Komisi A untuk proses penetapan calon anggota KIP, Senin, 3 Juli 2023, malam.

Informasi diperoleh portalsatu.com, tim Komisi A DPRK Lhokseumawe menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) terhadap 15 calon anggota KIP Lhokseumawe di Ruangan Panitia Legislasi (Panleg), Senin (3/7), pagi sampai sore. Tim Komisi A yakni Faisal (Ketua), Nurul Akbari (Wakil Ketua), Sudirman Amin (Sekretaris), Murhaban (Anggota), Roslina (Anggota), dan Jailani Usman (Anggota).

Menurut satu sumber, setelah UKK terhadap 15 calon anggota KIP, usai shalat Ashar, tim Komisi A melakukan penjumlahan nilai masing-masing peserta. Berdasarkan nilai rata-rata para calon anggota KIP, dibuat peringkat pertama/satu sampai 15.

Setelah melihat peringkat tersebut, kata sumber itu, Ketua Komisi A Faisal minta agar penjumlahan nilai para calon anggota KIP dihitung ulang. Namun, Sekretaris Komisi A Sudirman Amin dan Anggota Komisi A Jailani Usman menolak permintaan Faisal. Mereka pun terus berdebat sampai tiba waktu Magrib. “Bahkan sampai selesai shalat Isya, Komisi A belum menggelar rapat pleno untuk menetapkan lima calon anggota KIP terpilih dan lima calon cadangan dari hasil UKK terhadap 15 calon,” kata sumber itu, Senin malam.

Ketua Komisi A DPRK Lhokseumawe, Faisal, dihubungi portalsatu.com melalui telepon seluler, Senin (3/7), pukul 21.52 WIB, untuk mengkonfirmasi informasi itu, ia tidak mengangkat panggilan masuk.

Sekretaris Komisi A DPRK Lhokseumawe, Sudirman Amin, dikonfirmasi portalsatu.com via telepon seluler, pukul 22.30 WIB, menjelaskan UKK terhadap 15 calon anggota KIP sudah selesai pada Senin sore. “Berita Acara penetapan belum ada, karena rapat deadlock, karena diminta hitung ulang penjumlahan nilai calon anggota KIP oleh Ketua Komisi A,” ujarnya.

Sudirman Amin menyebut dalam rapat itu Ketua Komisi A minta nilai hasil UKK calon anggota KIP yang sudah dijumlahkan dan dibuat peringkat, dirombak kembali. “Dia taruk nilai lain, rombak nilai, sehingga sudah tidak lagi seperti hasil penjumlahan pertama yang sudah ada peringkatnya. Karena mengganggap hal ini sudah tidak benar lagi, dan rapat tidak akan selesai-selesai kalau terus seperti ini, kami keluar sekitar pukul 21.30 WIB. Untuk apa berada di ruangan itu dari pagi sampai malam, jika akhirnya tidak benar lagi,” ungkapnya.

Dia menuding Ketua Komisi A mengutak-atik nilai UKK sejumlah calon anggota KIP agar salah satu calon yang tadinya tidak masuk dalam peringkat lima besar bisa berubah menjadi lulus atau terpilih. “Tidak semua calon dirombak nilainya, hanya sebagian, yang tujuannya satu calon yang tadinya tidak lewat bisa lewat. Sehingga satu calon yang sudah lewat ditarik keluar (dari peringkat lima besar),” ungkap Sudirman Amin.

Ibaratjih, raseuki ka lam babah gop dijak cungke ulua (ibaratnya, rezeki sudah dalam mulut orang lain dicongkel keluar). Kita kan tidak mau seperti itu,” tambah Sudirman Amin yang juga Ketua Partai NasDem Lhokseumawe.

Menurut Sudirman, setelah dirinya dan Jailani Usman keluar ruangan, pihaknya tidak mengetahui lagi perkembangan rapat selanjutnya. “Apakah dipleno atau tidak oleh empat anggota Komisi A, kami tidak tahu. Yang penting kami tidak ikut pleno. Kami tidak tahu lagi apa yang dilakukan, yang jelas itu sudah menzalimi orang lain yang seharusnya sudah lulus,” tegasnya.

Portalsatu.com juga berupaya mengkonfimasi Ketua Komisi A Faisal dengan mengirimkan pertanyaan via pesan Whatsapp. Namun, pertanyaan yang dikirimkan portalsatu.com pada Senin (3/7), pukul 22.00 WIB dan 23.00 WIB, sampai Selasa (4/7), pukul 01.00 WIB, dini hari, masih pending atau centang satu pada Whatsapp Faisal.[](red)

Baca juga: