JAYAPURA – Lifter putri andalan Aceh kelas 87+ kg putri, Nurul Akmal, berhasil merebut medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua. Kesuksesan Amel—sapaan akrab Nurul Akmal merupakan capaiannya yang keduanya di ajang PON. Pada PON 2016 Jawa Barat, Amel juga mempersembahkan medali untuk Aceh.

Medali emas diraih Amel memang yang ditunggu-tunggu Kontingen Aceh di ajang PON Papua. Betapa tidak, saat ini ia berstatus atlet Pelatnas yang telah mengikuti Olimpiade Tokyo beberapa waktu lalu, dan tengah dipersiapkan untuk Kejuaraan Dunia Uzbekistan tahun 2021, dan SEA Games Vienam tahun 2022.

Bertanding di Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Sabtu, 9 Oktober 2021, Amel berhasil mengangkat barbel dengan total 258 kg. Selain itu, pada angkatan snatch Amel juga sukses mencatatkan rekor baru atas namanya sendiri dengan beban 116 kg, dari rekor 115 kg yang dibuatnya pada PON Jawa Barat tahun 2016.

Sama seperti rekannya yang tampil sehari sebelumnya, Amel tampil ke pentas pertandingan dengan kostum bertuliskan ACEH (Aceh). Di hadapan Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak, Ketua Umum PABSI Aceh, T. Rayuan Sukma, Amel menuntaskan hajatnya bagi masyarakat Aceh untuk merebut medali emas PON.

“Insya Allah, doakan ya, semoga Amel bisa dapat (medali) emas,” kata Amel sehari sebelumnya saat menyaksikan M. Zul Ilmi bertanding.

Di PON Papua, Amel bersaing dengan empat lifter lainnya, Riska Oktaviana dari Kalimantan Barat, Jihan Syafitri dari Jambi, Wuri Hasanah Kalimantan Barat), dan Rena Ilasari dari Riau.

“Alhamdulillah, medali emas ini saya persembahkan untuk masyarakat Aceh. Terima kasih atas doa dan dukungannya,” kata Amel usai pengalungan medali emas atas dirinya didampingi pelatih angkat besi Aceh, Effendi Eria.

Abu Razak didampingi Rayuan Sukma didapuk untuk mengalungkan medali kepada dara asal Serba Jaman Tunong, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara tersebut.

Perjuangan Amel untuk terus mengharumkan nama Aceh belum berhenti. Usai merebut medali emas PON Papua, Amel mengaku langsung fokus untuk Kejuaraan Dunia Uzbekistasn yang digelar akhir tahun ini.

“Hari ini sang srikandi pewaris darah leluhurnya Cut Nyak Dhien itu kembali mengulang sejarah PON Jabar,” kata Rayuan Sukma.

Rayuan mengaku terharu dan bangga atas capaian dua atlet PABSI Aceh yang sukses merebut dua medali emas. Ia juga bercerita, cabang angkat besi salah satu cabang yang selalu sukses mempersembahkan medali emas bagi Kontingen Aceh.

“Alhamdulillah mulai dari PON Palembang tahun 2004 hingga sekarang, kita diberikan kekuatan untuk meraih medali emas,” kata Rayuan.

Dengan tambahan medali emas dari Nurul Akmal, hingga sepekan penyelenggaraan PON Papua, Kontingen Aceh telah meraih enam medali emas, yaitu satu dari sepatu roda, muaythai, binaraga, anggar, dan dua dari cabang angkat besi.

“Masih ada beberapa cabang andalan yang belum bertanding, insya Allah kita akan mampu menambah medali emas,” kata Abu Razak.[](ril)