IDI RAYEK – Seorang petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS) Gampong Tanoh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, dikeroyok sekelompok orang. Insiden itu terjadi saat korban sedang melakukan verifikasi faktual terhadap salinan dukungan bakal calon Bupati/Wakil Bupati Aceh Timur jalur independen, di Kantor Camat Idi Rayeuk, Selasa, 30 Agustus 2016.
Korban bernama Mustafa, 45 tahun, yang juga warga Tanoh Anoe. Dia menyatakan segera membuat laporan pengaduan ke polisi terkait penganiayaan yang dialaminya.
Mustafa menjelaskan, insiden itu terjadi ketika ia sedang melakukan verifikasi faktual dukungan bakal calon Bupati/Wabup Aceh Timur Ridwan Abubakar (Nek Tu)Abdul Rani (Polem).
Tiba-tiba salah seorang pria mendekati saya dan mempersoalkan PPS yang dianggap oleh mereka tidak netral dalam proses verifikasi faktual dukungan. Padahal verifikasi telah kami lakukan sesuai tugas dan fungsi kami selaku PPS, ujar Mustafa saat diwawancarai portalsatu.com di rumahnya, Selasa, siang tadi.
Tanpa mendengar penjelasannya, lanjut Mustafa, pria tersebut langsung memukulnya di bagian wajah. Begitu juga dengan rekan-rekan pria itu ikut memukul saya, bahkan kantong baju saya robek. Pelipis, mata, pipi dan kepala saya bengkak, sehingga teman-teman di sana langsung membawa saya ke rumah, tutur Mustafa.
Mustafa menambahkan, beberapa saksi mata yang melihat insiden itu sempat membantu melerai, sehingga proses verifikasi faktual dibubarkan sementara.
Menanggapi insiden tersebut, bakal calon Wakil Bupati Aceh Timur Abdul Rani (Polem) mengharapkan kasus itu tidak terulang kembali. Semoga ke depan mis-komunikasi tersebut tidak kembali terjadi. Kita harap insiden ini yang pertama dan yang terakhir, kata Polem.[] (idg)



