LHOKSUKON Zamzana Saputra, 19 tahun, warga asal Gampong Cot Teufah, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara ditembak mati di Bandar Lampung lantaran diduga terlibat narkoba, Kamis, 26 Januari 2017, malam. Dalam kejadian itu, Fery Ardian, 25 tahun, warga asal Keude Paya Bakong juga tewas.
(Baca: Wakapolda Lampung: Dua Bandar Narkoba Ditembak Mati Warga Aceh)
Zamzana merupakan putra Ridwan, Geuchik Cot Teufah. Sebelum merantau ke Bandar Lampung, ia bekerja bantu-bantu di warung kopi dan doorsmeer.
Rekan Ridwan, Saifullah, Geuchik Keude Paya Bakong ditemui portalsatu.com, Sabtu, 28 Januari 2017, mengatakan selama ini Zamzana sangat baik. Kata dia, Zamzana sering bantu-bantu melayani pelanggan di warung kopi depan rumah Fery Ardian.
(Baca juga: Ditembak Mati di Lmpung, Fery Pernah Ikut Tes Masuk TNI)
Saifullah menjelaskan, sebelum merantau, Zamzana meminta dibelikan sepeda motor kepada ayahnya, Ridwan. Merasa kecewa lantaran tidak dibelikan sepeda motor, kata Saifullah, Zamzana memilih merantau.
“Jih (Zamzana) sabe jikheun wate jiduek-duek ngon ngon jieh: talake bloe honda han geubie, kakeuh kujak mita peng keudroe kuh, kubloe honda keudroe kuh (dia selalu berucap jika sedang duduk dengan teman-temannya: saya minta dibeli sepeda motor tidak diberikan, ya sudah saya pergi cari uang sendiri, saya beli sepeda motor sendiri),” kata Saifullah mengutip ucapan yang kerap dikatakan Zamzana sebelum merantau.
“Ridwan, ayah kandung Zamzana tadi malam (Jumat) sebelum berangkat ke Bandar Lampung sempat mengungkapkan penyesalannya karena tidak membeli sepeda motor untuk anaknya. Namun, mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi,” ucap Saifullah.
Sementara itu, beberapa warga lainnya menambahkan, selain bekerja bantu-bantu di warung kopi, Zamzana juga terkadang membantu cuci mobil dan sepeda motor di doorsmeer.
“Zamzana nyan aneuk manyak baroe sa, pane mungkin jeut ke bandar. Tapi hom hai, hana tatu'oh. Baro 15 uroe dijak dari gampong (Zamzana itu anak kemarin sore, mana mungkin jadi bandar narkoba. Tapi entahlah, tidak tahu kita. Baru 15 hari dia pergi dari gampong),” ujar seorang warga dibenarkan warga lainnya di Keude Paya Bakong.[]




