BANDA ACEH – Seorang pasien remaja berinisial FS, 17 tahun, diduga menjadi korban pelecehan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSZA) Banda Aceh. Hal itu terjadi di ruang steril usai operasi THT yang dijalani korban pada Kamis, 5 Oktober 2017 lalu.
Orang tua korban, RY, didampingi paman korban, K, kepada wartawan, Sabtu, 14 Oktober 2017 menceritakan, pelecehan yang dialami anaknya terjadi di luar kesadaran penuh akibat pengaruh obat bius saat operasi.
“Bun kakak mau bercerita. Mau cerita apa? Sakit? Enggak. Tadi ada perawat yang jahat sama kakak. Perawat gimana? Kemudian anak saya bercerita,” kata RY menirukan percakapannya dengan FS.
Awalnya RY tidak percaya begitu saja saat mendapatkan informasi itu dari ibunya (nenek korban). Namun setelah mengonfirmasi langsung kepada anaknya, baru ia memercayainya. Pelaku belakangan diketahui berinisial SR, 19 tahun.
“Ahh itu negatif aja pikirannya, positif ajalah pikirannya. Mungkin dipegang-pegang mau memasang alat-alat medis. Saya bilang gitu,” ujarnya.
Kronologinya kata dia, saat FS baru selesai operasi dan berada di ruang steril pelaku masuk dengan modus membetulkan selang oksigen di hidung korban.
“Sempat dia tanyakan begini, 'enak oksigennya?' karena dia (FS) belum sadar seratus persen, hanya bisa menjawab ehh (menandakan iya),” ungkap RY.
Melihat korban dalam kondisi belum sepenuhnya sadar timbul pikiran jahat dari pelaku dengan membuka selimut korban dan melakukan perbuatan asusila pada bagian tubuh tertentu. Tindakannya makin menjadi-jadi saat mengetahui di ruangan tersebut tidak ada orang.
“Kemudian setelah itu, pelaku keluar. Dia lihat situasi. Si kakak ini dengar dia (pelaku) menutup gorden dan melakukan kembali bahkan lebih parah,” jelasnya lagi.
Dalam situasi seperti itu korban berusaha melawan, namun karena efek obat biusnya belum hilang ia tidak bisa bergerak, hanya mampu memberi isyarat. Ternyata isyarat berupa batuk yang diberikan korban menyadarkan pelaku yang terlihat memakai baju hijau dan masker, lalu meninggalkan ruangan.
“Yang dia lihat saat itu pelaku berpakaian hijau muda dengan memakai masker. Begitu dia sadar. Setelah sadar 100 persen, korban coba melihat sekeliling mencari pelaku, namun yang dia lihat hanya perawat perempuan. Tetapi tidak ada, yang ada hanya memakai baju biru dongker dan ungu yang dia lihat,” ujarnya.
Mengetahui kejadian tersebut, pihak keluarga lalu melaporkan peristiwa yang dialami anaknya kepada perawat yang bertugas saat itu.[]




