Siti Mahyun membuktikan usia bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan. Wanita 23 tahun asal Meureudu, Pidie Jaya, Aceh, ini sukses membangun bisnis buket artificial flower bernama Meyes.flow.
Berawal dari keinginannya menghemat pengeluaran saat akan memberikan karangan bunga kepada temannya yang telah mengikuti seminar proposal dan sidang di tahun 2021, Mahyun mulai belajar membuat buket sendiri. Dia memanfaatkan waktu luang di sela-sela kesibukan sebagai mahasiswi semester akhir di Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Syiah Kuala (USK).
Dengan modal awal Rp200 ribu, Mahyun belajar secara otodidak melalui YouTube dan Instagram, mengasah bakat dan kemampuannya dalam membuat buket artificial. Dia memulai dengan mengunggah foto-foto karyanya di Instagram dengan followers yang kurang dari 100 orang. Tak disangka, dalam waktu kurang dari satu bulan, Mahyun mulai menerima pesanan pertamanya.
Saat ini Meyes.flow menjual berbagai jenis buket seperti buket artificial flower, buket uang, cokelat, boneka, snack, dan balon.
Bangun Bisnis dengan Kreativitas
Meskipun masih tergolong baru, Meyes.flow telah menunjukkan perkembangan pesat. Mahyun menargetkan pasarnya pada mahasiswa dan siswa SMA. Dia memanfaatkan platform media sosial dan e-commerce untuk mempromosikan produknya seperti Instagram, Tiktok, dan Shopee
Di samping berbisnis, Mahyun aktif sebagai model di agensi Aceh Model Community. Tak jarang, dia harus membagi waktunya antara menyelesaikan pesanan dan memenuhi job modeling.
“Pernah ada momen ketika saya harus begadang untuk menyelesaikan pesanan karena berbenturan dengan job modeling,” ungkap Mahyun dihubungi portalsatu.com/, Rabu, 7 Februari 2024.
“Kadang ada juga yang tidak bisa saya terima (pesanan) karena waktunya tidak memungkinkan,” ucapnya.

[Siti Mahyun model di agensi Aceh Model Community. Foto: Dokumen pribadi]
Saat musim wisuda dan Hari Guru, Mahyun mengaku banjir pesanan. Di musim wisuda, keuntungan diperoleh Mahyun bisa mencapai 4-5 juta rupiah perbulan. Kegigihan dan kerja kerasnya telah membawanya kepada kesuksesan di usia muda.
Pengalaman Berkesan dan Tantangan
Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Mahyun saat mengikuti pameran di USK Banda Aceh. Meskipun jumlah buket yang dibawa tidak sebanyak penjual lain, dia tetap bersyukur karena dagangannya terjual.
“Tantangan terbesarnya adalah saat ada order dadakan, terutama untuk buket uang. Kadang harus kejar waktu tukar uang di bank, dan tidak selalu mudah mendapatkan pecahan yang sesuai, dan sempat datang ke warung-warung untuk tukar uang,” ujar Mahyun.
Motivasi dan Pesan
Mahyun tetap optimis dan terus mengembangkan Meyes.flow. Dia bercita-cita untuk membuka toko offline dan memiliki workshop sendiri.
“Jangan pernah takut untuk memulai,” pesan Mahyun kepada pengusaha muda lainnya.[]
Laporan: Khairul Sani Umraiti








